PAN Minta Fasilitas Hotel untuk Isoman Anggota DPR Dibatalkan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional atau PAN, Yandri Susanto, meminta Sekretariat Jenderal DPR RI membatalkan fasilitas hotel bagi anggota dewan yang isolasi mandiri atau isoman karena terpapar COVID-19.

Menurut Yandri, langkah tersebut tidak tepat dilakukan dalam kondisi sekarang ini. Dia beralasan, karena masih ada tempat lain yang dapat dijadikan tempat isolasi mandiri bagi anggota dewan. Tidak harus di hotel berbintang dengan berbagai macam fasilitas.

"Terhadap keputusan Sekjen DPR yang menyediakan hotel untuk isoman para anggota DPR yang terpapar COVID-19, saya kira ini tidak tepat dan kami berharap ini dibatalkan," kata Yandri kepada wartawan, Rabu 28 Juli 2021.

Menurut Yandri, dalam keadaan seperti ini yang harus mejadi perhatian adalah rakyat yang terdampak pandemi dan berada dalam kesulitan. Dia meminta, agar jika ada anggaran yang dialih fungsikan, digunakan untuk kepentingan membantu rakyat kecil.

"Bilamana ada anggaran DPR yang dilakukan untuk refocusing penanganan COVID-19, itu sebaiknya dananya diperuntukkan untuk masyarakat atau rakyat, seperti pengadaan obat-obatan atau pengadaan sembako, atau untuk bantuan yang lain yang langsung kepada masyarakat," jelas Ketua Komisi VIII DPR itu.

Sedangkan untuk anggota dewan yang terpapar COVID-19, Yandri meyakini mereka dapat mengurus diri sendiri dan bisa memutuskan di mana akan melakukan isoman. Sehingga menurutnya fasilitas hotel itu tidak diperlukan untuk saat ini.

"Jadi kalau untuk anggota dewan saya kira mereka-mereka atau kami-kami sudah mampu untuk mengurus diri sendiri, dan tidak perlu difasilitasi oleh negara. Karena hari ini yang paling dibutuhkan adalah bagaimana kita membantu rakyat yang sedang kesusahan. Jadi kami usul supaya program hotel untuk isoman para anggota DPR itu dibatalkan," terangnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel