PAN Perketat Perekrutan Calon Anggota Legislatif

TEMPO.CO, Jakarta - Partai Amanat Nasional akan memperketat seleksi dan perekrutan calon anggota legislatif dalam Pemilihan Umum 2014. Sebagian besar anggota Fraksi PAN akan mencalonkan diri kembali pada pemilu mendatang.

"Setiap bakal calon anggota legislatif akan dinilai kinerjanya melalui sistem scoring," kata Wakil Ketua Fraksi PAN, Viva Yoga Mauladi, melalui pesan singkat, Selasa, 18 Desember 2012. Viva menyatakan, setiap calon yang mendaftar wajib melakukan sosialisasi dan membuat program pemenangan di daerah pemilihannya.

Sejumlah partai saat ini mulai melaksanakan penjaringan calon legislator. Antara lain Demokrat, Golkar dan Nasdem. Ada yang melirik para artis, ada juga yang tidak.

Viva menjelaskan, partai akan menilai kinerja calon di daerah pemilihannya masing-masing. Penilaian ini dilakukan dengan menggunakan pedoman organisasi yang transparan dan obyektif. "Bakal caleg juga akan diverifikasi data, integritas, kapasitas, dan rekam jejaknya selama di PAN," kata dia.

Sedangkan untuk bakal calon legislatif yang masuk kategori tokoh, PAN mewajibkan yang bersangkutan mendulang suara di luar basis konstituen PAN. Selain itu, tokoh ini juga diminta membuat jaringan di luar partai.

"Sehingga mesin partai akan berjalan dan masyarakat dapat mengenal lebih dekat caleg PAN," kata dia.

Sebelumnya, Partai Demokrat juga akan memperbaiki mekanisme perekrutan calon legislatif. Wakil Sekretaris Jenderal, Saan Mustopa, menyatakan, setiap calon legislatif wajib menandatangani pakta integritas.

Saan menjelaskan, dengan pakta integritas ini, begitu terkena kasus hukum, kader Demokrat harus mundur dari jabatannya tanpa menunggu proses di Dewan Kehormatan atau menunggu setelah menjadi terdakwa.

WAYAN AGUS PURNOMO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.