Panahan Indonesia ambil sisi positif penundaan SEA Games 2021

·Bacaan 1 menit

Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) mengambil sisi positif dari penundaan SEA Games 2021 dan bakal memanfaatkannya untuk lebih mematangkan persiapan.

Wakil Ketua IV Bidang Hukum, Humas, dan Promosi PB Perpani Ikhsan Ingratubun mengatakan penundaan membuka peluang panahan Indonesia untuk meningkatkan target emas dalam pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.

"Terlebih lagi, Kemenpora telah memberi pernyataan bahwa pemusatan latihan nasional tetap berjalan, meski pelaksanaan SEA Games 2021 mundur," kata Ikhsan kepada ANTARA, Rabu.

Baca juga: Jaga regenerasi, panahan Indonesia bakal punya pelatnas lapis kedua

Ikhsan mengungkapkan PB Perpani saat ini menargetkan empat emas di SEA Games 2021. "Dua dari recurve dan sisanya compound. Namun dengan adanya penundaan, kami akan lebih memaksimalkannya lagi," katanya.

Selain dari recurve dan compound, pria yang menjabat sebagai manajer tim pelatnas itu mengatakan peluang emas terbuka dari nomor beregu putri.

Ini menyusul hasil positif dalam beberapa event terakhir seperti di final kualifikasi Olimpiade Tokyo di Paris, Prancis, 18-21 Juni 2021.

Dalam ajang tersebut, tim beregu putri Indonesia masuk enam besar. "Ini adalah prestasi yang luar biasa dan untuk pertama kalinya," ujar Ikhsan.

Keyakinan Ikhsan meraih hasil maksimal di SEA Games mengingat tren positif yang diraih dalam beberapa edisi sebelumnya.

Seperti pada gelaran SEA Games 2019 Filipina, tim panahan Indonesia membawa pulang delapan medali dengan rincian 2 emas, 2 perak, dan 4 perunggu.

"Panahan sekarang cabang olahraga yang menjanjikan dan memiliki potensi menjuarai berbagai ajang besar," pungkas Ikhsan.

Baca juga: Tim Panahan Indonesia optimistis raih emas di Olimpiade Tokyo
Baca juga: Profil Atlet Olimpiade: pemanah Riau Ega Agatha Salsabila

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel