Panas, Menpora Kritik Pemain Naturalisasi yang Banyak Alasan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri pemuda dan olahraga (Menpora), Zainudin Amali kecewa dengan pernyataan PSSI yang membuka peluang untuk melakukan naturalisasi pemain.

Amali menilai, proses naturalisasi selama ini tidak berjalan baik. Hal itu bisa terlihat dari prestasi Timnas Indonesia yang biasa-biasa saja.

Para pemain tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan untuk Merah Putih.

Amali juga menyoroti, para pemain-pemain yang sudah dinaturalisasi kualitasnya tidak jauh berbeda dengan pemain lokal. Bahkan, dia juga menilai ada pemain naturalisasi yang tak bisa menjadi panutan.

"Kualitas mereka yang dinaturalisasi tidak terlalu berbeda dengan pemain lokal. Pada Piala Menpora saya serius memperhatikan kualitas pemain naturalusasi itu, mereka belum bisa jadi panutan pemain asli," kata Amali dalam keterangannya.

"Bahkan ada di salah satu pertandingan justru pemain naturalisasi tidak memberi contoh bermain sepakbola dengan baik sampai pemain tersebut harus dikeluarkan oleh wasit karena terkena kartu merah," sambungnya.

Lebih lanjut, Amali menyebut para pemain naturalisasi tidak memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme. Tujuannya hanya bermain sepakbola saja, bukan berjuang untuk negara.

Ia mencontohkan, banyak pemain-pemain naturalisasi yang dipanggil menjalani pemusatan latihan, sering tidak hadir karena berbagai alasan.

"Lebih mengecewakan lagi ada pemain naturalisasi yang dipanggil Timnas Indonesia malah beralasan macam-macam dan pulang ke kampung halamannya," ucapnya.

"Itu pertanda pemain naturalisasi tersebut tidak ada kepedulian terhadap kepentingan Indonesia. Dia hanya sekadar main sepakbola. Tidak ada jiwa patriotisme dan nasionalisme. Sangat beda dengan pemain yang memang asli lahir, besar dan hidupnya di Indonesia," tegasnya.

Oleh karena itu, Amali berjanji akan memperketat proses naturalisasi. Dia berharap, PSSI dan cabor-cabor lainnya dapat memanfaatkan potensi lokal yang ada.

"Untuk naturalisasi akan saya perketat untuk semua cabor, kita akan lihat seberapa besar urgensinya. Sebaiknya memanfaatkan potensi yang ada, karena kita ini akan membangun prestasi berdasarkan Desain Besar Olahraga Nasional," tuturnya.

"Tidak boleh lagi kita mengharapkan prestasi secara instan, itu tidak bagus untuk pembinaan prestasi jangka panjang yang berkesinambungan," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel