Pancaran Kecantikan Disabilitas Dipamerkan Oleh Fotografer Asal Vietnam

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Trần Văn Trà, seorang mahasiswa tingkat akhir menyebarkan energi positif kepada masyarakat dengan koleksi jepretan fotonya yang mengandung optimisme dan tekad penyandang disabilitas.

Optimisme dan tekad para penyandang disabilitas telah menginspirasi seorang siswa berusia 22 tahun di Hanoi untuk membuat serangkaian koleksi foto yang menampilkan kehidupan mereka.

Dilansir dari The Star, Trần Văn Trà, yaitu seorang mahasiswa tingkat akhir Fakultas Arsitektur dan Perencanaan Teknik Sipil di Hanoi University, ingin menyebarkan energi positif kepada masyarakat.

“Saya berharap dapat meningkatkan kepercayaan para penyandang disabilitas di masyarakat dengan melihat diri mereka di foto saya, dan menginspirasi orang awam untuk menemukan keindahan dalam keragaman,” katanya, dikutip dari The Star.

Awal tahun lalu, mahasiswa arsitektur yang hobi fotografi ini telah merilis 10 koleksi yang sejauh ini menggambarkan penyandang disabilitas.

Kegembiraan disabilitas

Ia menemukan banyak kegembiraan setiap mengambil potret mereka sejak di sekolah menengah. Karya pertamanya diambil dengan smartphone dan mendapat pujian baik dari teman maupun kerabat.

Dengan pekerjaan paruh waktunya tersebut, ia menghasilkan uang dan saat tahun ketiganya di universitas, uangnya sudah terkumpul untuk membeli kamera profesional.

Trà membeli kamera profesional pertamanya, Canon 6D bekas seharga VNĐ15 juta (US$650 atau Rp9,2juta) dan mulai menekuni fotografi dengan lebih serius.

Menurut The Star, fotografer amatir ini dengan menggunakan latar belakang arsitekturnya mampu menerapkan efek warna baru dalam karya-karyanya. Ia juga telah memupuk pengetahuan khusus dengan belajar ototdidak melalui video instruksional dari fotografer profesional.

Sebab menurut Trà, memotret bukanlah hal yang sulit dan bisa dilakukan oleh siapa saja, namun yang terpenting adalah emosi yang tersampaikan dalam setiap foto.

Ia mengatakan kalau fotografi telah membantunya untuk memperluas hubungan, mendapatkan lebih banyak pengalaman dan mendapatkan sedikit penghasilan tambahan.

Adapun ide untuk memotret penyandang disabilitas muncul saat ia mengetahui tentang pasangan Nguyễn Văn Hùng dan Lê Thị Diễm My melalui saluran YouTube mereka, yang memiliki lebih dari 528.000 subscriber.

“Mereka berdua memiliki disabilitas hipofisis dwarfisme atau kekurangan hormon pertumbuhan. Saya beruntung diberi kesempatan membuat koleksi foto untuk merayakan ulang tahun pernikahan pertama mereka,” kata Trà.

Sejak proyek tersebut, ia juga menjadi sukarelawan dari Nghị Lực Sống (Will to Live) Centre, yang menyediakan pelatihan kejuruan gratis bagi penyandang disabilitas dan mendukung integrasi sosial mereka. Ini juga memberinya kesempatan untuk mengenal lebih banyak orang yang kurang beruntung dan membuat lebih banyak koleksi foto mereka.

Tak beda dengan non disabilitas

Ia mengatakan kalau memotret penyandang disabilitas dan non-disabilitas tidak ada bedanya dan ia mengaku tidak mengalami kesulitan dalam membuat koleksi foto spesialnya.

“Ada berbagai jenis disabilitas. Yang harus saya lakukan pertama adalah memenangkan kepercayaan mereka dan selama saya bisa melakukannya, mereka benar-benar bisa menjadi diri mereka sendiri di foto saya dan dengan percaya diri memamerkan kecantikan mereka,” katanya.

“Saya juga cenderung memilih latar belakang yang nyaman bagi karakter saya untuk diakses dan merasa paling nyaman. Mereka kemudian menjadi kooperatif dan melakukan pose yang saya harapkan.” Misalnya, ketika memotret seorang gadis bernama Thương di kursi roda, ia menggendongnya di punggungnya dari satu petak bunga ke petak bunga lainnya.

Sementara itu, foto-foto yang berisikan momen pasangan Hùng dan My dilakukan di sebuah kedai kopi di distrik terpencil dan padang rumput di dekatnya.

Ia melakukan setiap proses sendiri, dari brainstorming hingga pasca produksi. Setiap orang memiliki disabilitas dan kisah hidup yang berbeda tetapi semua foto dibuat dengan penuh semangat dan diambil secara gratis. Fotografer muda tersebut mengatakan bahwa foto-foto yang mengabadikan kebahagiaan para penyandang disabilitas sangat berarti baginya.

“Senyum mereka membuat saya merasa lebih optimis dan memiliki lebih banyak motivasi dalam hidup,” katanya.

Di antara 10 koleksi inspirasional yang diambil pada tahun lalu, dia paling terkesan dengan koleksi Nguyễn Thị Vân, CEO Will to Live Center dan pendiri perusahaan sosial Imagator, yang menyediakan pekerjaan bagi penyandang disabilitas.

Vân, 32 tahun, lahir dengan atrofi otot tulang belakang, adalah satu dari dua wanita kehormatan Vietnam oleh the BBC’s 100 Women, sebuah serial yang meneliti peran wanita di abad ke-21, pada tahun 2019. Ia juga yang menginspirasinya untuk menjadi sukarelawan di Will of Life Centre.

Vân menyukai bunga teratai, sehingga ide untuknya yaitu membuatnya berbaring di atas daun teratai dan mengelilinginya dengan bunga teratai untuk membuatnya merasa seperti sedang berbaring di kolam teratai sungguhan.

"Ia tidak bisa berjalan, jadi saya harus membantu mengangkat tangan dan kakinya di tempat, mencoba menangkap postur terbaik dan paling nyaman untuknya," katanya.

Sebagian besar koleksi telah dibagikan di Facebook pribadi Trà dan menerima banyak suka dan komentar positif. Namun, pria berusia 22 tahun ini ingin menekuni arsitektur sebagai profesi utamanya setelah lulus dan hanya menganggap fotografi sebagai hobi.

“Saya sangat senang menerima dukungan semua orang dan mengetahui bahwa banyak anak muda memiliki simpati yang mendalam terhadap penyandang disabilitas. Itu akan menjadi motivasi besar bagi saya untuk merilis foto berkualitas baru kedepannya,” tambahnya.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel