Pandangan Mata Jadi Pertanda Awal Kemenangan Lazio Atas AS Roma

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVALazio mengakhiri pertandingan melawan AS Roma dengan kemenangan tiga gol tanpa balas. Derby della Capitale dalam lanjutan Serie A itu berlangsung di Stadio Olimpico, Sabtu dini hari WIB 16 Januari 2021.

Bertindak sebagai tuan rumah, Lazio langsung tancap gas. Pertandingan baru berjalan 14 menit mereka sudah unggul lewat gol yang disumbangkan oleh Ciro Immobile.

Selang sembilan menit kemudian, Luis Alberto menambah keunggulan Lazio. Gelandang asal Spanyol itu menambah catatan golnya pada pertandingan kali ini pada menit 67.

Pelatih Lazio, Simone Inzaghi senang bukan main dengan kemenangan anak asuhnya kali ini. Mereka berhasil membuat AS Roma tidak bisa mengembangkan permainan.

Inzaghi dengan kepercayaan diri mengklaim sudah melihat kemenangan ini sejak kemarin. Di mana para pemainnya menunjukkan motivasi kuat untuk memetik poin penuh.

"Kami menampilkan performa yang luar biasa. Terbuat dari determinasi, agresi, kecepatan, dan stamina. Para pemain luar biasa, tapi saya sudah melihatnya dari pandangan mata mereka sejak kemarin, ini tidak seperti beberapa kesempatan sebelumnya," ujar Inzaghi, dikutip dari Sky Sport Italia.

Tidak cuma tim yang bangga dengan kemenangan ini. Para suporter diakui oleh Inzaghi juga merasakan hal yang sama. Bahkan mereka rela datang ke lokasi latihan untuk memberi dukungan.

"Kemenangan ini sangat memuaskan, kami menginginkannya dengan seluruh kekuatan kami dan dengan bantuan dari para penggemar kami yang luar biasa, yang datang ke tempat latihan hari ini," tuturnya.

Di awal musim ini, Lazio memang tidak bisa konsisten. Mereka beberapa kali kehilangan poin penting. Menurut Inzaghi itu tak lepas dari padatnya jadwal dan pemain yang absen akibat positif COVID-19.

Namun kini mereka mulai percaya diri kembali. Memainkan 18 pertandingan, Lazio menempati urutan ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 31 poin.

"Memang benar Lazio kehilangan poin di musim ini, tapi itu karena kami bermain setiap dua setengah hari dengan banyak pemain absen karena COVID-19," kata pelatih berusia 44 tahun tersebut.