Pandangan Widodo C Putro tentang Shopee Liga 1 2020: Lebih Baik Tidak Berlanjut dan Kurang Sreg dengan Regulasi U-20

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Pelatih Persita Tangerang, Widodo C. Putro, mengungkapkan pandangannya mengenai nasib kelanjutan Shopee Liga 1 2020. Mantan striker Timnas Indonesia itu berpendapat sebaiknya kompetisi benar-benar dihentikan agar setiap klub bisa mempersiapkan diri untuk kompetisi sesungguhnya pada musim depan.

Shopee Liga 1 2020 yang terhenti karena pandemi COVID-19 sejak Maret lalu batal dilanjutkan sesuai rencana pada 1 Oktober lalu. Kini PSSI dan PT Liga Indonesia Baru belum memutuskan nasib kelanjutan kompetisi dan hanya menetapkan opsi kompetisi berlanjut antara pada 1 November 2020, 1 Desember 2020, atau 1 Januari 2021.

Namun, hingga kurang dari sepekan 1 November datang, keputusan PSSI dan PT LIB belum ada. Pelatih Widodo C Putro dalam bincang-bincangnya dengan Bung Ferry Indrasjarief dalam program Bung's Corner di Persija TV, mengungkapkan pendapatnya bahwa lebih baik kompetisi kasta tertinggi sepak bola untuk musim ini benar-benar ditiadakan.

"Kalau menurut saya, ini katanya izinnya yang tidak boleh. Yang saya dengar baru boleh setelah Pilkada. Menurut saya, putuskan saja berhenti dan fokus untuk kompetisi tahun depan. Namun, memang saya pun tidak tahu bagaimana bargaining antara PSSI dan sponsor, jadi ini hanya pandangan saya saja," ujar Widodo.

Menurutnya, lebih baik PSSI mengambil keputusan lebih cepat. Jika memang tidak berlanjut, kompetisi musim depan bisa berlanjut lebih awal, sehingga klub-klub bisa mempersiapkan diri pun lebih awal, seperti dari akhir tahun ini.

"Persiapan untuk musim depan bisa dilakukan pada November atau Desember nanti, tergantung kapan musim depan dimulai. Misalnya kompetisi musim depan dimulai Februari, persiapan bisa dilakukan mulai Desember atau Januari," ujarnya.

Menurut Widodo, dalam sisa waktu yang ada ketika Shopee Liga 1 2020 sudah benar-benar dipastikan tidak berlanjut, klub-klub peserta bisa mengalihkan fokusnya terhadap hal lain, seperti yang dilakukan Persita Tangerang, yang tengah membangun infrastruktur di sekitar Stadion Sport Center, Kelapa Dua, Tangerang.

"Menurut saya tidak usah dilanjut, mulai baru saja dan anggap musim ini sudah selesai. Dengan demikian ada kesempatan juga untuk klub bisa membangun infrastruktur mereka. Kalau tetap dipaksakan jalan, nanti malah buang-buang uang," ujar Widodo.

"Seperti Persita Tangerang yang sekarang sedang membangun lapangan latihan di luar stadion, kemudian rencana membangun tempat gym dan fitness. Jadi kalau kompetisi dipastikan tidak berjalan, klub bisa fokus kepada pembangunan infrastruktur," lanjutnya.

Tidak Sepakat dengan Regulasi U-20

Timnas Indonesia - Timnas Indonesia U-19, Suporter Timnas, Bendera Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)
Timnas Indonesia - Timnas Indonesia U-19, Suporter Timnas, Bendera Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Dalam bincang-bincang bersama Bung Ferry Indrasjarief itu, Widodo C Putro juga mengungkapkan pandangannya mengenai penilaiannya terhadap regulasi U-20 yang rencananya digunakan ketika lanjutan Shopee Liga 1 2020 bergulir. Hal itu bermula dari pertanyaan Bung Ferry mengenai minimnya striker lokal yang dipercaya mendapatkan menit bermain yang banyak di Liga 1.

"Kalau saya sih untuk Liga 1 wajar, karena ini profesional. Keberadaan striker asing itu bukan masalah, mungkin jumlahnya saja yang bisa dikurangi dari empat pemain menjadi tiga. Kemudian kalau ada pemain bagus di Liga 1 tapi tidak dimainkan, saya berpikir lebih baik dia dipinjamkan ke Liga 2 tapi wajib dimainkan di sana. Setelah berkembang di Liga 2, tarik lagi dan pelatih di Liga 1 harus berani untuk memainkannya," ungkap Widodo menjawab pertanyaan dari Bung Ferry.

"Apalagi kemarin itu ada regulasi U-20 yang menurut saya justru tidak membantu perkembangan sepak bola usia 20 tahun. Mereka hanya ada di lineup tanpa ada kewajiban pelatih memainkannya," lanjut Widodo mengenai pandangannya terkait regulasi pemain U-20 yang akan digunakan di lanjutan Shopee Liga 1 2020.

"Harusnya bikin aturan wajib dimainkan seperti ketika U-21 (2017). Mainkan 20 menit, 30 menit, atau di babak pertama saja, atau di babak kedua. Kan mereka mau dilihat, kalau hanya di bangku cadangan apa yang mau dilihat?" tegasnya.

Sumber: Youtube Persija TV

Video