Pandemi Bikin Melbourne Anjlok Peringkat Layak Huninya

·Bacaan 3 menit

Peringkat Melbourbne sebagai kota paling layak huni anjlok tahun ini.

Peringkat Melbourne sebagai kota paling layak huni di tahun ini anjlok, setelah beberapa kali menempati peringkat atas. (ABC News: Dylan Anderson)

Pandemi COVID-19 telah berpengaruh pada kelayakan huni banyak kota di dunia. Melbourne yang sebelumnya pernah menduduki kota paling layak huni di dunia beberapa tahun lalu, sekarang posisinya semakin merosot menjadi peringkat ke delapan.

Dalam peringkat terbaru yang dikeluarkan oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) hari Rabu (9/6/2021), Auckland di Selandia Baru kini menduduki peringkat pertama, disusul kota Osaka di Jepang di peringkat kedua.

"Auckland di Selandia Baru berada di peringkat teratas kota paling layak huni, disebabkan karea kemampuan kota tersebut memerangi virus corona (COVID-19) lebih cepat dan mencabut larangan lebih awal, tidak seperti kota-kota lainnya di dunia," demikian laporan yang dibuat dalam laporan Global Liveability Index 2021.

Empat kota di Australia, yakni Adelaide (Australia Selatan), Perth (Australia Barat), Brisbane (Queensland), dan Melbourne (Victoria) masih masuk dalam 10 besar.

Di tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19, Melbourne berada di peringkat kedua.

Sebelumnya selama tujuh tahun berturut-turut sampai tahun 2019 Melbourne bahkan sempat mempertahankan gelar sebagai kota paling layak untuk dihuni di dunia.

Saat itu, Wina menjadi kota yang berada di peringkat pertama, namun di tahun ini posisinya pun turun ke peringkat 11.

Sydney tahun ini keluar dari 10 besar ke peringkat 11, turun dari peringkat ketiga di tahun 2019.

"Enam dari 10 kota di dalam survei Maret 2021 ada di Selandia Baru atau Australia di mana penerapan perbatasan yang ketat memungkinkan warga untuk hidup dalam situasi yang relatif normal," tulis laporan tersebut.

Indikator Melbourne yang mengalami penurunan pada tahun ini adalah soal kesehatan, budaya, dan lingkungan, meski pendidikan dan infrastruktur masih mendapat poin tertinggi.

Melbourne sendiri merupakan kota yang paling banyak melakukan lockdown ketat di Australia selama pandemi COVID-19.

Di tahun 2021, Melbourne sudah dua kali melakukannya, termasuk yang baru-baru ini diberlakukan selama dua minggu dan akan mulai dilonggarkan Kamis besok (10/06).

Sejauh ini sudah empat kali Melbourne memberlakukan 'lockdown' dan sebagian pihak mengatakan hal ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Negara Bagian Victoria dan Pemerintah Federal Australia.

EIU tidak melakukan survei di tahun 2020 karena banyak negara memberlakukan aturan pembatasan aktivias warganya, sehingga membuat para kontributor dan pakar sulit untuk mengumpulkan data.

Survei kota layak huni ini menggunakan sekitar 30 indikator untuk menilai tingkat layak huni dari sebuah kota, mulai dari sisi stabilitas keamanan, layanan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan dan infrastruktur.

Menurut EIU dalam laporannya, situasi pandemi telah membuat banyak kota di dunia menderita dan menajdi "tidak layak" huni bagi warganya dibandingkan tahun-tahun sebelumya.

"Kota-kota di dunia sekarang lebih kurang layak huni dibandingkan sebelum pandemi, dan kita melihat kawasan seperti Eropa paling merasakan dampaknya," kata EIU.

"Uni Eropa mengalami kesulitan dalam program vaksinasi, dan banyak negara anggota termasuk Austria menerapkan lockdown lebih lama dari yang mereka harapkan, sehingga memengaruhi nilai dari sisi 'budaya dan lingkungan'."

Sementara itu kota Damskus, Lagos, dan Port Moresby berada di peringkat paling bawah dalam daftar tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel