Pandemi Corona Buat Rencana MU di Bursa Transfer Berantakan

Liputan6.com, Manchester - Manajer Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer mengakui pandemi virus corona ikut berdampak ke langkah timnya di bursa transfer. Solskjaer mengatakan, MU harus mengamati keuangan klub sebelum ikut berbelanja pemain di bursa.

"Saya kira kami masih harus menunggu dan melihat efek dari pandemi ini untuk mengetahui kondisi finansial kami," kata Solskjaer seperti dilansir Sportskeeda.

Pandemi virus corona sempat menghentikan kompetisi sepak bola nyaris di seluruh Eropa pada Maret hingga awal Juni lalu. Alhasil, mayoritas klub pun merugi termasuk MU lantaran kehilangan pemasukan.

Saat ini, beberapa liga domestik seperti Inggris, Italia, dan Spanyol telah berlangsung kembali. Namun pemerintah di masing-masing negara melarang para penonton untuk datang ke stadion.

Hal itu dilakukan demi mencegah penunlaran virus corona. Para pemain pun harus menjalani serangkaian prosedur agar pertandingan berjalan aman.

 

Petinggi Lebih Tahu

Para pemain Manchester United (MU). (AP/Michael Regan)

Solskjaer mengatakan, pandemi virus corona membuat finansial semua klub terdampak tidak terkecuali MU. Namun ia merasa, para petinggi klub lebih tahu mendetail soal hal tersebut.

"Bukan wewenang saya untuk mengatakan kami punya sekian dana karena saya benar-benar tidak tahu," kata Solskjaer.

"Saya benar-benar tidak paham seberapa keras keuangan kami terdampak. Secara finansial kami kuat, tetapi mungkin saja kami lebih terdampak dari yang lain," katanya mengakhiri.

Peringkat Kelima

MU saat ini menempati peringkat kelima dengan 49 poin. Dari 31 pertandingan, Setan Merah menang 13 kali, 10 kali imbang, dan 8 kekalahan.

MU kini hanya berjuang untuk finis di posisi empat besar demi berkompetisi di zona Eropa musim depan.