Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Produksi Mobil Bisa Terjun Bebas

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Covid-19 yang belum berakhir hingga saat ini, membuat pasokan suku cadang dan komponen pembuatan mobil terganggu. Hal tersebut, dapat memaksa pabrikan roda empat untuk memotong produksi pada Oktober 2021.

Ditegaskan Ketua Asosiasi Produsen Mobil Jepang, Akio Toyoda, perusahaan mobil Negeri Matahari Terbit harus memangkas produksi bulan ini, karena kesulitan menemukan pasokan chip semikonduktor dan komponen lainnya.

Pasalnya, kondisi pandemi ini, pastinya mengganggu aktivitas manufaktur di seluruh dunia, dan mendorong permintaan chip dari pembuat perangkat elektronik konsumen.

"Tergantung pada pabrikannya, kami bisa melihat penurunan produksi ke tingkat yang lebih rendah pada Oktober," kata Toyoda, yang juga menjabat sebagai Presiden Toyota Motor Corp, disitat Reuters, Kamis (9/9/2021).

Toyota sendiri, memangkas produksi global pada September 2021, hingga 40 persen dari jumlah yang direncanakan. Langkah ini, juga menyusul keputusan banyak pembuat mobil lainnya yang telah memperlambat produksi kendaraannya untuk mengatasi masalah tersebut.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kejar Target

Produsen mobil terbesar di dunia itu mengatakan, akan mencoba menebus kehilangan produksi untuk memenuhi target 9,3 juta kendaraan pada tahun fiskal 2021, yang berakhir pada 31 Maret tahun depan.

Produsen mobil Jepang lainnya yang telah berjuang untuk mengatasi kekurangan komponen termasuk Nissan Motor Co, Honda Motor Co, Suzuki Motor Corp, dan Mazda Motor Corp.

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah

Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Vaksinasi Covid-19 Lansia di Indonesia Masih Rendah. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel