Pandemi COVID-19, BRI Life Pastikan Proses Bisnis Jadi Lebih Gesit

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 1 menit

VIVAPandemi Virus Corona yang terjadi saat ini menyebabkan multi krisis, baik kesehatan dan ekonomi. Akibatnya, kinerja keuangan atau investasi perusahaan pasti akan terdampak, tidak terkecuali perusahaan asuransi seperti BRI Life.

Meski Demikian, Direktur Utama Asuransi BRI Life Iwan Pasila optimistis, dengan dengan kebersamaan dan dukungan induk perusahaan yaitu Bank Rakyat Indonesia, Tantangan kala pandemi dapat dihadapi dengan baik.

Bahkan, pandemi membuat perbaikan proses bisnis yang ada bisa lebih optimal. Sebab, perusahaan akan menerapkan strategi bisnis yang telah disiapkan guna pada masa pandemi.

“Kami mencoba berubah, sehingga proses bisnis kita bisa lebih linier dan lebih efisien. Saat ini kesempatan membuat proses yang lebih slim, dan lebih agile," Iwan dalam sambutannya di acara puncak perayaan 33 tahun BRI Life secara virtual, dikutip Sabtu 7 November 2020.

"Untuk itu kita harus bekerja ektra kuat, ekstra keras dan cerdas agar dapat melalui masa-masa sulit seperti saat ini," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Handayani mengungkapkan, pandemi COVID-19 di satu sisi menjadi tantangan bagi perusahaan. Khususnya, untuk dapat memastikan bisnis dapat berkelanjutan ke depannya.

Selain itu menurutnya, ada sejumlah kesempatan besar yang bisa dimaksimalkan perusahaan dengan mencermati perubahan prilaku konsumen saat pandemi ini.

"Dengan perubahan behaviour customer yang memasuki adaption digital yang lebih cepat. Sehingga kita perlu menyiapkan sisi kompetensi dan kesiapan infrastruktur” papar Handayani.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Catur Budi Harto mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia di perusahaan khususnya BRI Life sangat penting digenjot. Khususnya terkait arah perkonomian di tengah pandemi Virus Corona.

"Saat ini sangat penting bagi semua pengurus untuk memahami kondisi perekonomian. sehingga dalam memutuskan pemilihan pengelolaan investasi keuangan bisa dilakukan secara prudent dan dengan manajemen resiko yang baik,” jelasnya.