Pandemi COVID-19 Hambat Pendidikan Indonesia Menuju SDG's 2030

Syahdan Nurdin, yusepsurya22-312
·Bacaan 5 menit

VIVAPendidikan adalah kata kunci dalam mengembangkan pengetahuan dan kualitas kemampuan masyarakat. Ini artinya pendidikan merupakan kunci utama dalam meningkatkan kualitas suatu bangsa.

Dukungan terhadap pentingnya kontribusi pendidikan dalam membangun bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar di antara negara-negara di dunia ini, sesungguhnya telah tertuang di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yang mengamanatkan bahwa, pendidikan merupakan hak dan kewajiban bagi seluruh warga Indonesia.

Oleh karena itu, maka pendidikan harus menjadi prioritas utama dalam proses keseluruhan pembangunan nasional. Khoe Yao Tung (2002 : 2) menyatakan bahwa keberhasilan pendidikan suatu bangsa merupakan salah satu barometer keberhasilan pemerintahan suatu negara.

Berangkat dari pondasi pendidikan yang kokoh dan tepat, akan dapat diwujudkan cita-cita mulia suatu bangsa dalam berbagai sektor dan apek kehidupan termasuk kedisiplinan, etos kerja, nilai, dan moral suatu bangsa. Keberhasilan pendidikan merupakan landasan bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat.

Pengalaman empiris telah membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang telah menikmati kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyatnya adalah bangsa yang memulai pembangunannya melalui pendidikan meskipun mereka tidak memiliki sumber daya alam yang cukup.

Dengan sumber daya manusia yang berkualitas serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mereka dapat menikmati kemakmuran bangsanya. Pendidikan di Indonesia mulai berangsur-angsur mengalami kemajuan,baik dari segi ilmu pengetahuan dan teknologi, sebagai bentuk upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas unggul, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin dalam mengembangkan pembangunan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Di tengah-tengah proses pembangunan kualitas pendidikan ini, pada bulan maret 2020 lalu adanya pandemi covid 19 membuat pembangunan ini terasa terhenti. Bahkan Pandemi Covid 19 ini membuat kualitas pendidikan di Indonesia terasa kian hari kian menurun.

Baturaja, Kab OKU merupakan salah satu daerah yang kualitas pendidikannya sangat terasa menurun semenjak adanya pandemi covid 19, hal ini bukan tanpa sebab, pasalnya pasca pandemi covid 19 metode pembelajaran tatap muka beralih menjadi online/daring. Dengan di terapkannya sistem pembelajaran yang seperti ini tidak sedikit anak dan orang tua yang merasa kesulitan saat melakukan proses pembelajaran dirumah.

Saat pembelajaran daring dirumah tentu orang tua memiliki peranan penting dalam membantu proses pembelajaran anak. Peran mendidik anak yang sebelumnya juga dibantu oleh guru sekarang benar-benar terfokus pada orang tua. Ini juga merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab orang tua terakait masa depan anak-anak mereka. Anak dituntut menyelesaikan tugas namun tak ada penjelasan dari gurunya, membuat orang tua ikut terbebani. Hal ini juga dilatar belakangi oleh pendidikan orang tua.

Pendidikan orang tua yang tidak merata mengakibatkan mereka tidak bisa banyak membantu anak mengerjakan tugas. Terbatasnya akses video penjelasan materi dari guru, mengakibatkan anak kesulitan mengerti materi pembelajaran dan mengerjakan tugas. belum lagi masalah lain yang berkaitan dengan fasilitas terbatas yang dimiliki para orang tua. Ada yang tidak memiliki handphone, kualitas jaringan yang buruk, dan bantuan kuota yang terbatas.

Keluhan paling banyak datang dari jenjang sekolah dasar, proses pembelajaran selama daring ini kebanyakan hanya berfokus dengan pemberian tugas tanpa adanya penjelasan materi. “Sehingga bagaimana bisa menjawab soal dan mengerjakan tugas kalau penjelasan materinya saja tidak ada, ” ujar Regita(13) salah satu siswi sekolah dasar di Baturaja.

Imas (45) salah satu orang tua yang anaknya masih dibangku sekolah dasar di Baturaja mengatakan bahwa, selama proses pembelajaran daring ini tak hanya menjadi masalah bagi anak, tetapi juga menjadi beban bagi orang tua.

Menurutnya, anak yang kesulitan untuk mengerjakan tugas tentu akan meminta bantuan dari orang tuanya, sedangkan background pendidikan setiap orang tua kan berbeda-beda, jadi tidak bisa maksimal dalam membantu anak mengerjakan tugas.

Belum lagi masalah-masalah lain yang berkaitan dengan fasilitas selama belajar daring ini, minimal harus memiliki handphone android dan kuota. “Oke kuota ada bantuan dari pemerintah, masalahnya tidak setiap orang tua mampu untuk membeli handphone yang terbilang cukup mahal untuk masyarakat ekonomi kelas rendah, apalagi saat pandemi seperti ini boro-boro buat beli handphone, makan saja susah,” papar Imas.

Proses pembelajaran yang diharapkan orang tua saat ini adalah pembelajaran yang interaktif. Di mana adanya interaksi antara anak dan guru meskipun hanya melalui video penjelasan materi. Agar anak tak hanya dituntut menyelesaikan tugas, tetapi juga dapat memahami materi pembelajaran dengan baik.

Yanti (36) yang juga merupakan seorang guru Sekolah Dasar Negeri 122 mengatakan bahwa proses pembelajaran yang baik bukan hanya sekadar menyelesaikan tugas, tapi bagaimana proses tugas itu dikerjakan, apakah anak memahami materi pembelajaran atau tidak, ini adalah proses pembelajaran yang luput saat ini.

Ia juga menambahkan bahwa seharusnya seorang guru memiliki kewajiban untuk menjelasakan materi pembelajaran secara lengkap. Baik itu melalui zoom ataupun video agar anak bisa memahami materi pembelajaran dengan baik, setelah dirasa pemberian materi telah cukup. Baru lah guru memberikan tugas.

Kalau seandainya tidak ada pemberian materi sebelumnya dan guru hanya memberikan tugas, maka sebetulnya itu hanya akan memberikan beban kepada orangtua. Karena pada akhirnya yang mengerjakan tugas adalah orangtua bukan anak.

Proses pembelajaran yang seperti ini tidak lah baik, karena capaian pembelajaran yang seharusnya di raih oleh anak itu sendiri justru dibebankan pada orang tua yang pada akhirnya membuat anak tidak dapat berkembang dan mandiri.

Terutama untuk anak-anak sekolah dasar yang masih di kelas 1 dan 2, mereka masih harus banyak dibimbing dan diarahkan, guru memiliki peranan sangat penting dalam membantu proses belajar anak, memastikan anak-anak mampu dan bisa memenuhi capaian pembelajaran, guna menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter.

Proses pendidikan yang baik bukan hanya sekadar memberikan tugas belaka, tetapi harus dengan pemberian materi pembelajaran yang seimbang, sehingga proses pembelajaran selama daring ini bisa dimaksimalkan, banyak platform dan aplikasi yang dapat digunakan selama daring ini untuk menunujang proses pembelajaran agar dapat dijalankan dengan sebaik mungkin.

Untuk terus menjaga kualitas pendidikan di Indonesia selama pandemi ini seharusnya seluruh stakeholder dapat bekerja sama dengan baik, baik itu dari pemerintah daerah, pihak sekolah,guru, dan orang tua agar tidak terjadinya penurunan kualitas pendidikan di Indonesia.

Untuk menyesuaikan dengan kondisi yang baru kita hadapi memang tidaklah mudah, namun dengan kecanggihan teknologi, dan ilmu pengetahuan seharusnya semua itu bisa terus dimaksimalkan, terkhusus untuk menunjang kualitas pendidikan di Indonesia agar terus bisa berkembang,sehingga mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan demikian tujuan meningkatkan kualitas pendidikan guna menunjang gerakan SDG’s 2030 dapat terpenuhi.