Pandemi Covid-19, India Sebut Hoaks Bahayakan Fisik dan Mental

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - India mengungkapkan hoaks yang terjadi selama pandemi covid-19 sangat berbahaya. Hal ini disampaikan Menteri Informasi dan Penyiaran India, Anurag Thakur.

"Hoaks terkait pandemi covid-19 sangat berbahaya dari sisi fisik dan mental. Yang jelas membuat kita semakin sulit mengontrol pandemi karena penurunan rasa kepercayaan pada Pemerintah," ujar Thakur dilansir The Hindu Business Line.

“Secara global, negara lain juga perlu bekerja sama untuk mengatasi penyebaran disinformasi yang terjadi selama pandemi covid-19 ini. Hal ini dapat berhasil jika mereka saling membekali satu sama lain membantu memahami masalah dan menemukan solusi yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut,” kata Thakur.

Thakur menambahkan ada dua tantangan informasi yang dihadapi India selama pandemi covid-19. Tantangan pertama ditandai dengan tersebarnya hoaks melalui media sosial dan gadget masyarakat perkotaan. Tantangan selanjutnya, pemerintah India kesulitan melakukan penyebaran informasi terpercaya ke daerah pedesaan dan terpencil di India.

"Di dalam negeri, India menghadapi tantangan informasi ganda setelah pandemi. Di satu sisi, penduduk perkotaan menghadapi tantangan penyebaran cepat informasi yang menyesatkan dan palsu melalui media sosial dan aplikasi ponsel pintar lainnya," ujar Thakur.

"Di sisi lain, kami memiliki orang-orang di daerah pedesaan dan terpencil, di mana komunikasi jarak jauh bervariasi dari satu daerah ke daerah lain dengan berbagai bahasa daerah,. Kami harus mencari strategi yang tepat agar informasi yang akurat bisa tersampaikan," Thakur menambahkan.

(MG/ Azarine Jovita Halim)

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel