Pandemi COVID-19 Memburuk, Rumah Sakit Malaysia Krisis Tempat Tidur

Daurina Lestari
·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak rumah sakit Malaysia hampir kehabisan tempat tidur untuk pasien COVID-19 setelah melonjaknya kasus COVID-19 di negara itu. Malaysia mencatat 60.000 kasus infeksi baru sejak awal April.

Malaysia juga menghadapi penyebaran varian baru virus corona asal India yang telah masuk Malaysia.

“Kami telah mendeteksi satu kasus varian (India) di gerbang internasional kami, dan sejauh ini, kami hanya melihat varian dari Afrika Selatan dan Inggris,” kata Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, seperti dilansir dari BenarNews, Selasa 4 Mei 2021.

Pandemi COVID-19 semakin memperburuk karena peningkatan infeksi dari dua jenis varian baru yang sangat menular itu.

“Kami telah mencatat 10 kasus varian Afrika Selatan di Perak, 10 di Kelantan dan 7 di Selangor. Dari varian Inggris, ada dua kasus lokal di Selangor, dan 1 kasus di Sandakan, Sabah."

Malaysia sekarang memiliki 48 infeksi dari strain Afrika Selatan B.1.351 dan delapan dari strain B.1.1.7 Inggris.

“Peningkatan kasus dan kematian baru yang mengejutkan telah membebani sistem kesehatan Malaysia," kata Direktur Jenderal Kesehatan, Noor Hisham Abdullah.

“Kelelahan pandemi global adalah salah satu penyebab lonjakan kasus baru-baru ini. Orang-orang mulai lelah, sehingga lalai dalam mematuhi prosedur operasi standar," lanjutnya.

Noor Hisham juga mengatakan 70 persen tempat tidur di bangsal ICU COVID-19 di rumah sakit milik pemerintah sudah terisi. Jumlah tempat tidur non-COVID-19 juga sudah penuh 88 persen.

Presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Malaysia, Kuljit Singh, sebelumnya telah mengungkapkan rumah sakit swasta sudah penuh.

"Dalam 14 hari terakhir, telah terjadi percepatan tajam pasien COVID-19 di rumah sakit swasta, (mereka) menempati semua tempat tidur yang ditempatkan di bangsal COVID-19, dan bahkan tempat tidur isolasi di ICU terus-menerus terisi," kata asosiasi itu akhir pekan lalu.