Pandemi Covid-19 Mengubah Perilaku Belanja Konsumen

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pandemi Covid-19 telah banyak membuat perubahan. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi terhadap konsumen yang mengubah perilakunya dalam memperoleh barang dan jasa.

Perubahan perilaku konsumen saat ini tentu saja terjadi karena adanya dorongan dari perubahan kondisi yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Hal ini disebabkan karena konsumen pun membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian kembali pada kebiasaan dan perilaku lama mereka.

Konsumen tentu saat ini sudah terbiasa untuk berbelanja atau melakukan aktivitas dengan kontak fisik yang minim dan melakukan protokol kesehatan dimana saja, karena masih belum merasa aman sejak hadirnya pandemi Covid-19.

Perubahan perilaku konsumen tidak hanya sebatas pada barang yang dibeli saja tetapi juga pada bagaimana konsumen mencari dan memesan barang tersebut. Bisnis pun berlomba-lomba untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen lewat berbagai cara.

Oleh karena itu, pebisnis perlu mengetahui perilaku konsumen yang baru agar dapat bertahan dan bersaing dengan kompetitor serta menyesuaikan strategi bisnis ke depannya. Perilaku konsumen sendiri memiliki arti sebagai proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Saat ini konsumen akan cenderung mengabaikan harga dan lebih memperhatikan nilai. Hal ini dapat diartikan ganda. Pertama adalah korelasi dengan teori permintaan dimana semakin sedikit barang maka semakin tinggi harga yang diberikan.

Konsumen pun akan cenderung menanggalkan persepsi harganya. Kedua, konsumen sebisa mungkin menahan uangnya dan akan membeli barang yang dianggapnya memiliki nilai yang sangat penting.

Pada saat ini konsumen lebih memilih untuk berbelanja online sebagai pilihan yang paling aman guna menghindari kontak fisik, bahkan saat ini masyarakat mulai terbiasa untuk berbelanja kebutuhan pokok secara online.

Bisa dilihat dari meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap layanan belanja bahan pokok online seperti Sayurbox, Happyfresh, dan juga munculnya layanan serupa untuk memenuhi kebutuhan konsumen di tengah kondisi pandemi hingga saat ini. Selain itu meningkatnya berbagai bisnis rumahan nyatanya sesuai dengan jumlah permintaan konsumen.

Ditambah dengan munculnya gerakan mendukung bisnis lokal yang dilangsungkan pada media sosial sebagai dukungan bagi pelaku bisnis yang membuka bisnis di tengah pandemi. Sehingga lebih banyak konsumen memilih untuk membeli produk hasil produksi rumahan sebagai bentuk dukungan terhadap bisnis lokal.

Konsumen tentu saat ini sudah mulai terbiasa untuk berbelanja atau melakukan aktivitas dengan kontak fisik yang minim dan melakukan protokol kesehatan kapan dan dimana saja karena masih belum merasa aman sejak hadirnya pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu perubahan ini diprediksi akan secara permanen membentuk perilaku dan kebiasaan baru bahkan setelah pandemi Covid-19 berakhir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel