Pandemi Covid-19, Pemerintah Diminta Prioritaskan Kesehatan Ketimbang Ekonomi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Epidemiolog Universitas Hasanuddin, Ridwan Amiruddin meminta pemerintah memprioritaskan kesehatan publik di tengah pandemi Covid-19. Dia menegaskan, ekonomi tidak bisa diprioritaskan bersamaan dengan kesehatan publik.

"Dalam teori pengendalian Covid-19 dari beberapa referensi dijelaskan bahwa keamanan publik menjadi prioritas pertama. Tidak bisa disandingkan sebenarnya ekonomi dengan persoalan kesehatan," katanya dalam diskusi bertema Varian Baru Covid-19, Sabtu (22/5/2021).

Ketua Umum Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) ini mengingatkan nyawa masyarakat tidak bisa dikesampingkan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi.

"Ekonomi ini bisa tumbuh setelah pandemi berakhir. Pandemi ini tidak bisa menawar orang yang sudah mati dihidupkan kembali. Karena itu, prioritasnya bagaimana menyelamatkan bangsa ini dari Covid-19," ujarnya.

"Selesaikan Covid-19, keluar dari proses ini, ekonomi akan berjalan kembali natural," tandasnya.

1.764.644 Orang Positif Covid-19

Data Kementerian Kesehatan 21 Mei 2021, 1.764.644 orang di Indonesia telah terjangkit Covid-19. Dari jumlah tersebut, 49.073 orang meninggal dunia dan 1.626.142 telah sembuh.

Sementara itu, 89.429 orang berstatus kasus aktif Covid-19. Kasus aktif merupakan pasien positif Covid-19 yang sedang menjalani perawatan atau isolasi.

Reporter: Supriatin

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: