Pandemi COVID-19, Pendapatan Pengelola Bus Lorena Turun 18,51 Persen

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Eka Sari Lorena Transport Tbk mengalami penurunan pendapatan 18,51 persen sepanjang kuartal I 2021. Menjadi salah satu sektor yang terdampak, emiten berkode LRNA ini hanya mampu mendapatkan Rp 17,08 miliar di tiga bulan pertama.

Padahal, periode yang sama tahun lalu, emiten transportasi ini mampu mengukuhkan pendapatan hingga Rp20,96 miliar seperti dilansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

Meski demikian, Lorena menyebut penurunan 18,79 persen pada beban pendapatan langsung pada kuartal I 2021, menjadi Rp 18,97 miliar. Padahal tiga bulan sebelumnya, angka yang dikukuhkan mencapai Rp23,36 miliar.

Beban umum perseroan juga turun hingga 33,18 persen. Tercatat pada kuartal I 2020 angka yang dikeluarkan mencapai Rp8,74 miliar, sedangkan periode yang sama tahun ini Rp5,84 miliar.

Tak hanya itu, rugi bersih tahun berjalan juga mengalami penurunan 37,95 persen dari sebelumnya Rp 11,46 miliar menjadi Rp 7,11 miliar di kuartal I 2021.

Dalam pemaparannya, Eka Sari Lorena Transport juga menyebut bila penerimaan dari pelanggan di kuartal I 2021 turun menjadi Rp16,76 miliar dari periode yang sama sebelumnya Rp19,90 miliar.

Total Aset

Bus klasik Lorena menjadi bagian sejarah transportasi Indonesia. (Foto: INCUBUS)
Bus klasik Lorena menjadi bagian sejarah transportasi Indonesia. (Foto: INCUBUS)

Pada periode yang sama, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp262,69 miliar. Terdiri dari aset lancar sebesar Rp21,52 miliar, dan aset tidak lancar Rp241,16 miliar. Dari sisi liabilitas Lorena mencatat nilai Rp51,65 miliar. Terdiri dari liabilitas jangka pendek senilai Rp24,56 miliar. Sisanya sekitar Rp27,09 miliar merupakan liabilitas jangka panjang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel