Pandemi COVID-19 Tak Halangi 10 Ribu Tamu Datang Ke Pernikahan Ini

Raden Jihad Akbar, BBC Indonesia
·Bacaan 2 menit

Pandemi Virus Corona atau COVID-19 telah memupuskan impian banyak pasangan untuk acara pernikahan besar-besaran. Tapi satu pasangan di Malaysia berhasil mengelak dari aturan pembatasan sosial yang membatasi daftar tamu maksimal 20 orang.

Bahkan, tercatat 10.000 orang yang dilaporkan datang ke pernikahan mereka. Terdengar mustahil, namun hal ini mereka lakukan dengan mengadakan pernikahan secara `drive-thru`.

Pada hari Minggu (20/12) pagi, pengantin baru duduk di luar gedung megah milik pemerintah di Putrajaya, di selatan ibu kota Kuala Lumpur, sementara para tamu berjalan pelan melewati mereka tanpa turun dari mobil.

Baca juga: Penerimaan Pajak 2020 Baru 77%, Pungutan Seluruh Sektor Ekonomi Turun

Jendela harus tetap ditutup dan para tamu hanya mendapat lambaian dari pihak yang punya hajat. Ini mungkin tidak terdengar seperti pernikahan biasa, namun mempelai pria Tengku Muhammed Hafiz dan mempelai perempuan, Oceane Alagia bukanlah pasangan biasa.

Sang suami adalah putra politikus berpengaruh dan mantan menteri kabinet Tengku Adnan — yang kebetulan juga merayakan ulang tahunnya pada hari Minggu.

"Saya diberi tahu bahwa ada lebih dari 10.000 mobil di sini sejak pagi ini," tulis sang ayah yang bangga di Facebook.

"Saya dan keluarga merasa sangat terhormat. Terima kasih atas pengertian dan ketaatannya pada semua prosedur dengan hadir secara drive-thru tanpa keluar dari mobil."

Butuh waktu sekitar tiga jam sampai seluruh 10.000 tamu lewat dengan mobil mereka. Namun, para hadirin mendapatkan lebih dari sekadar lambaian tangan dari pasangan yang berbahagia sebagai tanda terima kasih.

Berpegang pada aturan menjaga jarak, para tamu disuguhi makan malam. Meskipun mereka harus mengambil makanan dalam kemasan melalui jendela mobil dan melanjutkan perjalanan, menurut media Malaysia.

Perayaan itu terjadi sehari sebelum ayah sang mempelai pria dinyatakan bersalah dalam kasus korupsi sebesar $500.000 (Rp7,09 miliar) dan dijatuhi hukuman denda serta 12 bulan penjara.

Malaysia saat ini tengah berjuang melawan gelombang baru kasus COVID-19. Secara keseluruhan, negara itu mencatat hampir 92.000 kasus virus korona dan lebih dari 430 kematian terkait pandemi.