Pandemi Datangkan Rezeki, Penjual Makanan Online Untung Rp 5 Juta per Bulan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejak adanya pandemi covid-19, banyak orang yang ekonominya terganggu, bahkan para pelaku usaha menutup usahanya lantaran daya beli masyarakat menurun. Tapi ternyata bagi sebagian orang pandemi adalah waktu yang tepat untuk memulai usaha, salah satunya Kezia Natalia (24).

Nama usaha Kezia “Kanatapattiserie” yang terletak di Jakarta. Kanata patisserie merupakan usaha UMKM yang bergerak pada bidang online dessert shop.

“Kanata itu mulai Agustus 2020. Karena di tahun ini lagi pandemi, toko offline juga pada ditutup juga jadi pas banget situasinya memungkinkan untuk aku buka usaha online dessert shop, karena pas juga aku baru banget resign dari kantor, sehingga bertepatan sekali,” kata Kezia kepada Liputan6.com, Minggu (15/11/2020).

Dirinya menjual berbagai jenis varian tart (pie) yang dipadukan dengan seni dekorasi kue yang pastinya bisa dijadikan kado untuk orang-orang tersayang di hari spesialnya. Dengan mengusung konsep made by order dengan menggunakan bahan-bahan yang berkualitas premium.

“Jadi Kanata itu baru banget jadi aku Kerjasama sama cici aku, kita berdua jalaninnya. Untuk saat ini Kanata baru aku dan cici aku dari penjualan, pemasaran, dan marketingnya masih berdua,” ujarnya.

Ternyata latar belakang ia memilih usaha tart pie, karena ia gemar mengkonsumsi dessert, dan juga ia suka baking membuat dessert yang wujudnya bervariasi dan tentu rasanya tak perlu diragukan lagi sudah pasti manis.

untuk harga Keza memiliki 2 varian, yakni varian mini 6,5 cm biasanya dalam satu box itu 6 pcs yang dijual mulai dari Rp 10-15 ribu, sedangkan yang ukuran besar 18 cm dijual dengan harga Rp 129-179 ribu.

“Kita made by order, awalnya kita pesannya PO, tapi sekarang kita bisa menerima PO dan made by order H-3. Untuk bulan depan kita mulai made by order jadi tidak PO lagi,” kata perempuan 24 tahun ini.

Dengan modal Rp 500 ribu, ia mampu menjual hingga 180 pcs per bulannya. Ia tak menyangka ternyata antusias masyarakat terhadap pie buatannya cukup bagus. Sehingga ia optimis untuk terus menjalankan usahanya di masa pandemi ini.

Dalam sebulan ia mampu meraih hasil Rp 5 juta per bulan, Kezia menyebut omzetnya masih terhitung kecil lantaran usahanya masih baru, sehingga membutuhkan usaha yang lebih lagi agar pie nya banyak diminati masyarakat.

Pemasaran

Kanata patisserie
Kanata patisserie

Sementara untuk pemasarannya masih di daerah Jakarta dan sekitarnya saja, kadang-kadang ia juga menerima orderan dari Tangerang. Kemudian, untuk pemasarannya ia gencar melakukan promosi melalui media sosial Instagram @kanatapattiserie, dan facebook ads, Instagram ads, hingga endorse kepada beberapa influencer.

Selain itu Kezia bercerita, selama Jakarta melonggarkan PSBB yang kedua kalinya ternyata cukup mempengaruhi usahanya.

“Pengaruh PSBB yang aku rasain ada pengaruhnya tapi tidak terlalu banyak, pas PSBB orderan cukup banyak tapi setelah tidak PSBB lagi agak menurun tapi tidak menurun drastis,” ujarnya.

Adapun ia berharap kedepannya ingin usaha online dessert shopnya semkain maju dan berkembang. Dirinya juga ingin membuka toko offline sendiri dan membuka lapangan pekerjaan untuk orang-orang yang membutuhkan pekerjaan nantinya.

Apalagi jika dirinya berkesempatan bisa bekerjasama dengan Everplate. Dirinya yakin usahanya akan semakin berkembang. “Karena kalau mau usaha kita semakin besar kita butuh kitchen yang semakin besar lantaran pesanan akan semakin banyak jadi kita butuh dapur yang lebih luas,” ujarnya.

Kezia pun berpesan kepada generasi cuan, agar tetap semangat, konsisten dan fokus menjalankan usaha meskipun dalam kondisi pandemi. Menurutnya tidak boleh mudah menyerah dengan keadaan, dimana ada kesulitan disitu pasti ada jalan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: