Pandemi, Kemenhub Wajibkan Ada Hepa Filter di Pesawat Jemaah Haji

Dedy Priatmojo, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Novie Riyanto Raharjo menyebutkan terkait transportasi penerbangan yang akan digunakan untuk ibadah haji, saat ini sudah tidak dilakukan pembatasan. Kapasitas pesawat dapat diisi secara maksimal dan tidak ada pembatasan jarak.

Sebagai gantinya, proses skrining sebelum masuk ke dalam pesawat menjadi lebih diperketat. Selain itu, armada pesawat yang akan membawa para penumpang juga harus dilengkapi dengan HEPA Filter atau High- Efficiency Particulate Air.

"Tahun ini kita meniadakan pembatasan tentu saja Ini mengalami suatu proses dimulai dari filtering penumpang masuk sampai dengan penumpang itu dilayani di bandara dan di luar aturan yang kita buat bersama dengan Satgas kita belajar juga dari teman-teman yang lain yang jelas memang kalau di transportasi udara di kabin pesawat kami dapat sampaikan aman karena mereka menggunakan teknologi khusus filtering hepa. Jadi aliran udaranya pun tidak sama dengan yang ada di mobil," kata Novie, saat rapat kerja dengan DPR bersama Kemenag RI, Senin 15 Maret 2021.

Novie mengatakan, dengan Hepa filter ini, aliran udara akan terjaga dengan baik dan juga tidak membuat droplet menyebar. Filter Hepa menjadi syarat khusus untuk pesawat yang akan mengangkut jemaah haji.

"Jadi aliran udara berputar dari atas ke bawah sehingga droplet ini tidak berhambur keluar secara horizontal. Tetapi tetapi tersedot masuk ke filter hepa. Pesawat kita untuk Airbus 330 punya Garuda maupun yang dimiliki Saudi kita persyaratkan harus memiliki Hepa kalau tidak tidak diperkenankan untuk memuat 100 persen (penumpang," ujarnya

Nove menambahkan, Keselamatan dan Keamanan merupakan hal yang sangat diutamakan. Untuk itu selain filtering, proses skrining juga semakin diperketat.

"Jadi nanti kami yang menjamin dari sisi keselamatan pelayanan dan keamanan tebtu saja akan kita berikan yang terbaik untuk rakyat Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut kemungkinan untuk diselenggarakannya ibadah haji masih terbuka. Sebab saat ini baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, penanganan Pandemi terus dilakukan.

"Kami optimis kemungkinan diselenggarakannya haji tahun ini masih terbuka. Hal ini ditandai dengan telah dilakukan vaksinasi di Saudi sebagaimana juga di Indonesia dalam rangka menanggulangi pandemi COVID-19," kata Yaqut di Gedung DPR, Senin 15 Maret 2021

Sejauh ini,kata Yaqut, Otoritas Arab Saudi juga telah menyatakan akan membuka penerbangan internasional pada 17 Mei 2021. "Situasi ini lebih positif dibandingkan tahun lalu yang menutup penerbangan luar negeri, tak terkecuali selama musim haji 2020," ujarnya

Meskipun, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, belum memberikan kepastian tentang penyelenggaraan haji tahun 1442H/2021M, namun Pemerintah terus berupaya melakukan persiapan.

Kemenag juga terus melakukan berbagai upaya diplomasi dengan berbagai otoritas terkait Arab Saudi seperti Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Menteri Urusan Haji dan Umrah, Arab Saudi serta lembaga-lembaga terkait lainnya.