Pandemi, KKP dorong sistem minapadi jaga pasokan ikan air tawar

Adi Lazuardi

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penerapan sistem minapadi atau pembudidayaan tambak ikan di tengah lahan persawahan, dalam rangka menjaga pasokan ikan air tawar di Nusantara pada saat pandemi COVID-19.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Slamet Soebjakto dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, menyatakan bahwa minapadi merupakan model inovasi akuakultur yang dapat memberikan keuntungan berlipat, program budidaya ikan sistem minapadi dapat menjadi salah satu solusi yang tepat untuk diterapkan, terutama di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi.

"Berbagai keunggulan dari budidaya ikan sistem minapadi seperti mampu menghasilkan padi organik dengan peningkatan hasil panen padi 2-3 ton serta pendapatan tambahan pendapatan dari ikan minimal 1 ton ikan per hektar menjadikan sistem ini sebagai salah satu model yang tepat untuk meningkatkan taraf ekonomi petani," kata Slamet Soebjakto.

Selain itu, ujar dia, keuntungan lainnya adalah pada saat proses produksi padi tidak mengggunakan pestisida serta minim dalam penggunaan pupuk sehingga total petani dapat memperoleh tambahan pendapatan hingga 40 persen.

Dengan demikian, lanjutnya, melalui budidaya minapadi masyarakat tidak hanya dapat padi, namun juga mendapatkan ikan sebagai asupan protein.

Sebagai informasi pada tahun 2019, KKP telah menggelontorkan bantuan budidaya ikan sistem minapadi ke 18 Kabupaten/Kota di 12 Provinsi di seluruh Indonesia dengan total luas lahan sebesar 400 hektare. Sedangkan di tahun 2020 KKP telah menyiapkan bantuan untuk 100 hektare lahan minapadi baru di seluruh Indonesia.

"Untuk penyaluran bantuan yang tepat sasaran, sebelumnya kami telah memastikan betul akan kelayakan calon penerima bantuan dan persyaratan teknis lokasi yang diperlukan seperti kemiringan tanah, status kepemilikan lahan, kelancaran sumber air dan akses transportasi dan komunikasi yang baik, termasuk kelembagaannya," ucapnya.

Menurut Slamet, hal tersebut dinilai penting untuk dilakukan guna mendukung kelancaran dan keberlanjutan usaha yang digeluti oleh penerima bantuan di berbagai daerah.

"Dengan dukungan dan peran serta dinas serta penyuluh perikanan setempat dan juga keuletan serta kegigihan dalam melakukan usaha, niscaya usaha budidaya ikan sistem minapadi dapat turut membantu perekonomian masyarakat di daerah," ucap Slamet.

Sebelumnya, salah satu bantuan budidaya ikan sistem minapadi yang telah diserahkan baru-baru ini, Kamis (30/4), kepada kelompok Pokdakan Minajaya di Kecamatan Tombatu timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara yang memiliki lahan 6 hektare.

Adapun paket bantuan yang diberikan berupa benih ikan nila sebanyak 60 ribu ekor, 6,6 ton pakan ikan mandiri, serta sarana dan prasarana operasional dengan total bantuan senilai Rp197,8 juta.