Pandemi, krisis dan upaya pemulihan pasar kerja

Cuaca sore cerah. Awan putih bertumpuk di beberapa tempat menghiasi langit biru di atas Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali. Angin September berembus sejuk.

Di atas panggung di sebuah hotel, sembilan menteri tenaga kerja peserta LEMM G20 berfoto bersama dengan latar baliho yang mengabarkan pertemuan para menteri dan para pihak sebagai rangkaian dari pertemuan G20 pada November 2022.

Di tengah, Menteri Tenaga Kerja Indonesia Ida Fauziyah mengenakan baju songket hitam bercorak kuning lembut dan merah tua, mengenakan celana panjang dan jilbab putih, tersenyum lebar.

Ida patut bahagia, karena sore itu, Rabu, 14 September 2022, Presidensi G20 Indonesia bidang ketenagakerjaan telah menyelesaikan G20 Labour and Employment Ministers Meeting (LEMM) dan menghasilkan lima dokumen penting.

Kepada awak media, dengan sesekali tersenyum simpul, Ida menyampaikan lima dokumen itu. "Alhamdulillah, G20 LEMM telah terselenggara dengan baik, seluruh agenda berjalan dengan lancar dan sesuai target yang kita harapkan," kata Ida usai menutup G20 LEMM di Badung, Bali.

Lalu dia menyampaikan lima dokumen tersebut. Pertama, Action Plan on Accelerating and Monitoring the G20 Principles for the Labour Market Integration of Persons with Disabilities. Dokumen ini berisi kesepakatan para anggota (members) dalam mengakselerasi kelompok penyandang disabilitas untuk masuk ke dalam pasar kerja yang inklusif.

Selain itu juga dilakukan pemantauan implementasi serta integrasi penyandang disabilitas ke dalam pasar kerja berdasarkan daftar indikator yang akan dianalisis dan disampaikan oleh ILO dan OECD serta dilaporkan setiap 4 tahun sekali.

Dokumen kedua, The G20 Policy Recommendations for Sustainable Growth and Productivity in Human Capacity Development through Strengthening Community-Based Vocational Training (CBVT), yakni kesepakatan para anggota untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas sumber daya manusia dengan menerapkan pembelajaran sepanjang hayat yang memperhatikan kebutuhan lokal dan partisipasi masyarakat inklusif melalui pelatihan vokasi berbasis masyarakat (Community Based Vocational Training/CBVT).

CBVT ini merupakan program BLK Komunitas yang menjadi unggulan Indonesia yang dibawa ke G20 dan dunia untuk menjadi tawaran pendekatan pelatihan vokasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dokumen berikutnya, Policy Recommendation on Promoting Entrepreneurship and Supporting MSMEs as a Job Creation Instrument, yang berisi kesepakatan para anggota untuk berkomitmen dalam mendukung perluasan kesempatan kerja yang inklusif dan berkelanjutan, melalui pengembangan dan dukungan terhadap program kewirusahaan dan UMKM. Langkah ini sebagai salah satu instrumen perluasan kesempatan kerja dan pemulihan ekonomi.

Dokumen selanjutnya, G20 Policy Principles on Adapting Labour Protection for More Effective Protection and Increased Resilience for All Workers. Dokumen ini berisi kesepakatan para anggota untuk memberikan perlindungan tenaga kerja yang adaptif bagi semua pekerja dalam menghadapi perubahan dunia kerja dengan memperhatikan tiga determinan utama, yaitu cakupan perlindungan tenaga kerja, tingkat perlindungan dan tingkat kepatuhan.

Selain itu juga mendorong adanya kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang inklusif dan komprehensif serta melibatkan para pemangku kepentingan, seperti pekerja, serikat pekerja, pengusaha, organisasi pengusaha, organisasi lainnya dan komunitas dalam dialog sosial, baik yang dilakukan secara lokal maupun nasional.

Terakhir, Update of the G20 Skills Strategy yang berisi kesepakatan para anggota untuk mengembangkan tata kelola pemerintahan yang terintegrasi. Sehingga dapat memastikan setiap warga negara mendapatkan pendidikan dasar yang layak dan akses peningkatan keterampilan secara terus menerus agar selalu relevan dengan perubahan pasar kerja, termasuk melalui pelatihan vokasi berbasis komunitas.

Keseluruhan dokumen tersebut, kata Ida, diharapkan menjadi panduan pengambilan kebijakan ketenagakerjaan dan tentu dapat diimplementasikan, tidak hanya bagi negara-negara G20, tetapi juga negara-negara berkembang.

Menteri yang selalu berkacamata itu juga menyampaikan bahwa pada pertemuan LEMM, dirinya selaku Chair of G20 LEMM banyak mendengar masukan dan pandangan dari forum terkait kondisi pasar kerja global, yang masih menghadapi tantangan di era post pandemi dan dilingkupi ketidakpastian.

"Forum juga berkomitmen mendorong upaya-upaya akselerasi untuk mencapai Target Antalya terkait partisipasi pemuda dalam pasar kerja dan Target Brisbane terkait partisipasi perempuan dalam pasar kerja di tahun 2025," kata Menaker RI.

Di samping kelima dokumen tersebut, terdapat Joint Statement L20 dan B20 yang mendapat apresiasi dari para menteri, ketua delegasi dan organisasi internasional.


Dibuka Wapres

Sebelumnya, pada pembukaan LEMM G20, Wapres Ma'ruf Amin menyoroti permasalahan yang dihadapi dunia kerja global dan lokal Indonesia.

Wapres yang hadir secara virtual dari kediaman di Jakarta, menyampaikan salam hangat dari Presiden Joko Widodo yang meminta dirinya untuk mewakili memberi sambutan kunci di forum tersebut.

Ma'ruf yang mengenakan batik berwarna gelap dengan motif kontemporer bernuansa abu-abu, dengan pin merah putih di saku kiri dan kopiah hitam mengatakan dunia saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi, masalah pangan, energi, perang, perubahan iklim, dan pandemi COVID-19 yang dampaknya masih dirasakan seluruh negara di dunia.

Di tengah aneka persoalan tersebut, isu ketenagakerjaan yang menjadi isu sentral yang memerlukan perhatian bersama. Terlebih di tengah perlambatan ekonomi yang kini tengah terjadi, juga di Indonesia.

Data BPS pada Februari 2022 menunjukkan sebanyak 19,1 juta terdampak pandemi. Selain itu, angka pengangguran di Indonesia pada Agustus 2020 hingga Maret 2021 meningkat dari 5,23 persen menjadi 7,07 persen.

Sementara di level global pada 2020, pandemi COVID-19 menyebabkan sekitar 1,6 juta pekerja informal kehilangan pendapatan hingga 60 persen akibat kebijakan pembatasan sosial.

Selain itu, organisasi perburuhan internasional memproyeksikan tingkat pengangguran global bisa mencapai 207 juta orang pada 2020 atau bertambah 21 juta dibandingkan tahun 2019.


Meningkatkan daya saing

Berbagai disrupsi yang terjadi juga turut menjadi tantangan tersendiri. Pada dunia kerja yang mengalami transformasi mendasar akibat semakin berkembangnya digitalisasi dan otomatisasi. Ini adalah tantangan bersama di depan mata.

Oleh karena itu, pada kesempatan yang berharga itu, Wapres mendorong kerja sama untuk mewujudkan dunia kerja baru yang inklusif, berkelanjutan, dan memiliki resiliensi. Tujuan tersebut dapat tercapai bila pemulihan dunia kerja berorientasi pada manusia atau pekerja.

Hal itu, menurut Ma'ruf, dapat diwujudkan setidaknya dalam empat langkah. Pertama, menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan aman bagi pekerja. Di Indonesia, pemerintah terus mengupayakan pemenuhan hak-hak pekerja disabilitas, antara lain dengan menyediakan infrastruktur yang inklusif.

Pemerintah juga terus berusaha meningkatkan akses pendidikan secara inklusif bagi pekerja. Dalam rangka menjaga keamanan pekerja di tengah pandemi, seluruh pekerja memperoleh vaksin gratis.

Langkah berikutnya, memperkuat perlindungan sosial bagi pekerja yang terdampak pandemi dengan memastikan terpenuhinya hak-hak pekerja yang adaptif. Di Indonesia, langkah itu menjadi bagian program pemulihan ekonomi nasional berupa program bantuan subsidi upah (BSU), Kartu Pra Kerja, Bantuan Produktif Usaha Mikro, dan Program Padat Karya di kementerian/lembaga dan pemda.

Langkah selanjutnya, penguatan kemampuan inovasi dan literasi pekerja khususnya di bidang-bidang yang akan menciptakan lapangan pekerjaan baru di masa depan, seperti teknologi digital dan ekonomi hijau. Pemerintah Indonesia terus meningkatkan literasi digital pelaku UKM agar target 30 juta UMKM masuk ke dalam ekosistem digital pada tahun 2024 dapat tercapai.

Langkah terakhir, meningkatkan daya saing pekerja dalam menghadapi tantangan global melalui skiling, reskiling, dan upskiling yang dilakukan secara terus menerus. Terkait hal itu, Indonesia terus membangun BLK untuk memenuhi kebutuhan latihan vokasi dengan kerja sama antara pemerintah, swasta, industri, dengan akademisi atau kalangan pendidikan tinggi.


Meneguhkan komitmen

Sampai dengan tahun 2022, melalui Kemnaker RI telah dibangun 1.014 BLK komunitas. Sehingga total BLK komunitas yang telah dibangun di Indonesia sebanyak 2.127. Pelatihan yang diberikan kepada pekerja didasarkan pada konsep link and macth agar pelatihan sejalan dengan kebutuhan dunia kerja.

Upaya ini juga dilakukan untuk menumbuhkan lebih banyak wirausahawan yang turut menentukan kemajuan bangsa. Salah satu pelatihan kewirausahaan yang kini tengah digiatkan di Indonesia adalah bidang fasyen Muslim seiring bertumbuhnya ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dan di tingkat global.

Indonesia memangku Presidensi G20 dengan komitmen bersama memulihkan kondisi perekonomian dunia melalui penguatan kerja sama semua pihak, termasuk di bidang ketenagakerjaan.

Oleh karenanya, Wapres menilai forum terhormat seperti LEMM G20 harus dimanfaatkan untuk membangun momentum dan meneguhkan komitmen, kerja sama serta saling berbagi pengetahuan dan pengalaman untuk pemulihan dunia kerja yang inklusif dan berkelanjutan.

Senja menjelang, langit Jimbaran berwarna kuning kemerah-merahan. Ombak mengayun mencium bibir pantai. Sejumlah turis menikmati senja eksotis.

Semoga roda ekonomi kembali bergerak kencang dan peluang kerja muncul seperti jamur di musim hujan. Dan pekerja tak lagi lelah hati, tetapi lelah fisik karena semangat menghidupi ekonomi keluarganya.