Pandemi Membuat Properti Di Sub Urban Kian Diminati

RumahCom – Pengembang mulai mencatatkan peningkatan penjualan produknya saat menurun tajam sejak adanya wabah Covid-19. Ada kriteria khusus produk properti yang semakin digemari market saat pandemi ini.

Beberapa penyesuaian dan adaptasi khususnya untuk transaksi produk properti saat masa pandemi Covid-19 ini mulai mengalami titik balik. Saat pandemi melanda Indonesia pada awal Maret 2020 lalu, sejak saat itu berbagai aktivitas bisnis langsung drop yang membuat penjualan produk properti juga menurun tajam.

Setelah beberapa bulan kita hidup dengan wabah ini, beberapa penyesuaian mulai terjadi dan dengan penerapan prokol penanganan pandemi. Masyarakat bisa mulai kembali mencari produk properti yang dibutuhkannya. Hal ini juga direspon oleh pengembang dengan memberikan berbagai promo maupun kemudahan untuk menggairahkan pasar.

Pengembang PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) misalnya, beberapa produknya kembali mengalami peningkatan penjualan khususnya yang berlokasi di wilayah sub urban. Menurut Direktur APL Agung Wirajaya, selain penjualan yang kembali meningkat, ada beberapa preferensi dan perilaku konsumen yang berubah saat pandemi ini.

“Sebelumnya lokasi menjadi faktor utama konsumen dalam menentukan pilihan produk propertinya. Setelah pandemi ini orientasi konsumen beralih dengan melihat faktor kesehatan dan kelengkapan infrastruktur seperti tersedianya ruang terbuka hijau, pancaran sinar matahari, hingga sarana infrastruktur teknologi informasi,” ujarnya.

Kota mandiri memang dibangun untuk jangka panjang, tetapi berpotensi baik untuk diinvestasikan kemudian. Simak jurus investasinya di video berikut ini, ya!

Hal ini membuat hampir semua produk properti APL yang dikembangkan di wilayah sub urban penjualannya meningkat sejak periode April 2020. APL sendiri memiliki cukup banyak produk  di kawasan sub urban seperti Podomoro Golf View yang dekat dengan jalan tol Jagorawi dan jalur LRT Jakarta-Cibubur.

Selain proyek  Podomoro Golf View di Cimanggis, proyek sub urban lainnya antara lain Vimala Hills di Puncak, Bogor, yang dikonsep sebagai resort residence. Proyek lainnya Podomoro Park di Bandung Selatan. Bahkan, Agung menyebut penjualan dari proyek ini lebih tinggi setelah ada pandemi Covid-19 dibandingkan sebelumnya.

Hal ini juga tidak terlepas dari konsep hijau yang diterapkan di berbagai proyek tersebut yang dibutuhkan untuk meningkatkan derajat kesehatan selama berada di rumah. Dari total penjualan ketiga proyek tersebut APL berhasil meraih penjualan lebih dari Rp120 miliar hanya untuk periode bulan Mei saja.

“Pandemi Covid-19 membuat kita semua kembali beralih ke alam untuk menjaga dan memperkuat imunitas tubuh. Apalagi pekerjaan dan aktivitas bisnis sekarang semakin mudah dengan adanya aplikasi teknologi, momentum inilah yang akan kami optimalkan untuk memasarkan proyek-proyek hunian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” imbuh Agung.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah