Pandemi, Menparekraf dorong pariwisata era baru berbasis alam terbuka

M Razi Rahman
·Bacaan 2 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mendorong para pelaku usaha wisata untuk mengembangkan konsep wisata era baru berbasis alam terbuka.

"Di masa pandemi sekarang ini, kami mendorong pariwisata era baru berbasis alam terbuka dan wisata minat khusus," kata Menparekraf Sandiaga Uno saat meresmikan Kampung Agrinek dan pesantren Al ikhlas Argo di Cikeusik Pandeglang, Selasa.

Sandiaga Uno mengatakan, pengembangan pariwisata era baru berbasis alam terbuka yang dikolaborasikan dengan pendidikan dan juga kawasan pertanian, akan menjadi solusi bagi pengembangan wisata di masa pndemi sekarang ini.

"Jadi kalau wisata di alam terbuka seperti ini tidak perlu berdesak-desakan. Bahkan kita bisa menikmati pemandangan alam sekaligus tadabur alam," kata Sandiaga usai meresmikan kawasan wisata berbasis pendidikan dan pertanian seluas 27 hektare tersebut.

Ia mengutarakan harapannya agar dengan kehadiran Kampung Agrinek atau kawasan wisata berbasis pendidikan dan agro tersebut, bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

"Dengan kehadiran pesantren-agro ini bisa memberikan kesejahteraan dengan sesuai dengan Islam yang rahmatan lil'alamiin," kata Sandiaga dan menambahkan, destinasi desa wisata menjadi alternatif wisata pada masa pandemi, karena tren pariwisata akan berubah.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf juga menyaksikan penyerahan pengelolaan pesantren Al -Ikhlas Agro dari pemilik kampung Agrinek kepada Ketua Yayasan Pesantren Al Ikhlas Agro yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Prof .KH Nazaruddin Umar.

Sementara KH Nazaruddin Umar mengatakan, pesantren Al-ikhlas Agro Cikeusik Pandeglang merupakan pesantren tahfidz Al quran yang ke tujuh yang dikembangkan dan satu-satunya pesantren yang mendapatkan sertifikat ISO dari sekitar 38 ribu pesantren yang ada.

"Kami akan kembangkan di daerah lain. Pesantren ini berbasis tahfidzul qur'an. Untuk tahun awal ini kami sediakan gratis biaya bagi warga sekitr Cikeusik," kata Nazaruddin Umar.

Kepaka Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus M Tauchid mengatakan, Kampung Agrinex merupakan suatu model pembangunan pertanian yang bersinergi antara pelaku utama dan pelaku usaha.

Ia mengatakan, agrowisata yang dipadukan dengan Pondok Pesantren akan semakin mengutuhkan proses edukasi lingkungan alam yang dikelola dengan mengedepankan kearifam lokal sehingga akan menghasilkan SDM yang unggul.

"Lebih dari 40 jenis tanaman buah yang dikembangkan di Agrinex ini. Sebagian besar sudah mulai berbuah dan bisa dinikmati," kata Agus Tauchid.