Pandemi Picu Sulit Interaksi, Psikolog: Anak Harus Aktif Komunikasi

Donny Adhiyasa, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVAPandemi COVID-19 terpaksa membuat banyak perubahan, khususnya dari sisi interaksi sosial dengan banyak orang. Tentu, hal ini bisa berdampak buruk pada anak yang kesulitan berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Kondisi tersebut kerap dikeluhkan oleh orangtua, terlebih pada anak yang baru belajar untuk berinteraksi secara sosial. Apalagi, banyak anak yang seharusnya baru mulai masuk sekolah, harus tertunda lantaran pandemi.

Lantas, bagaimana cara membuat anak untuk bisa aktif berinteraksi, khususnya bisa berkomunikasi dengan lancar?

Psikolog Anak & Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., Psi., mengatakan bahwa banyak cara untuk membuat anak bisa aktif berkomunikasi dan bersosialisasi meski ada di rumah seharian. Cara paling mudah membangun komunikasi anak, kata Nina, sapaan akrabnya, bisa mengajak si kecil rutin mengobrol. Tapi, bukan asal mengobrol apalagi sambil memegang gadget ya, Bunda.

"Ajak mengobrol dengan kontak mata. Jangan sampai lagi ngobrol tapi matanya kontak ke layar hp. Itu tatap layar, padahal perlunya tatap mata," ujar Nina dalam acara virtual yang digagas oleh SGM Eksplor, Kamis 18 Februari 2021.

Mengajak ngobrol, kata Nina, bisa menjadi salah satu upaya stimulasi di masa tumbuh kembang si kecil. Bukan cuma itu, ternyata mengobrol turut menjadi usaha bonding antar ibu dan anak, lho!

"Sekaligus mendekatkan hubungan antara bunda dan si kecil. Jadi, dia bisa terasa nyaman berkomunikasi," terang Nina.

Cara lain, lanjut Nina, bisa melalui bermain peran atau role play. Orangtua bisa membentuk skenario dengan cara berinteraksi seolah-olah tengah bertamu. Anak nantinya bisa berpura-pura menyambut seraya menyuguhkan sesuatu pada tamu.

"Kita pura-pura ketok pintu, salam dulu. Itu dia berlatih untuk menerima kita sebagai tamu sehingga interaksi tersebut bisa dilakukan kalau kelak ada situasi serupa, dia sudah tahu apa yang akan dilakukan," beebr Nina.