Pandemi Sebabkan Pelayanan Imunisasi di Indonesia Menurun

Liputan6.com, Jakarta Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia berdampak pada pelayanan imunisasi anak.

Pernyataan ini disampaikan oleh Reisa, yang juga tergabung dalam Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Penanganan COVID-19 itu dalam konferensi persnya dari Graha BNPB kemarin sore.

"Kementerian Kesehatan mengungkapkan hasil surveinya bersama UNICEF dan pemerhati imunisasi anak mendapati fakta bahwa, mayoritas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan imunisasi menurun," kata Reisa, ditulis Rabu (1/7/2020).

Reisa mengatakan, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, tantangan yang terjadi pada program imunisasi di masa pandemi, berpotensi menimbulkan wabah ganda yaitu COVID-19 dan penyakit menular lain yang sesungguhnya bisa dicegah dengan imunisasi.

Minta Masyarakat Cegah Penyakit

Bidan lengkap dengan baju Alat Pelindung Diri (APD) mengukur suhu tubuh pada anak di Posko Imunisasi, Kelurahan Bakti Jaya, Tangerang Selatan, Senin (11/5/2020). Pelayanan imunisasi tetap berjalan sesuai jadwal meski pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Maka dari itu, Gugus Tugas Penanganan COVID-19 mengimbau agar masyarakat tetap membawa anaknya ke pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Dunia tanpa satu vaksin saja bisa melumpuhkan aktivitas miliaran penduduk dunia. Maka, manfaatkan semaksimal mungkin ketahanan tubuh buatan yang sudah ditemukan para ilmuwan dan pakar penyakit menular," ujarnya.

"Imunisasi yang lengkap dapat menumbuhkan kekebalan tubuh bersama dan akhirnya memusnahkan penyakit," tambah dokter yang juga dikenal sebagai pembawa acara kesehatan televisi tersebut.

Reisa mengatakan, imunisasi adalah cara untuk melindungi anak dari ancaman berbagai penyakit berbahaya yang dinilai paling aman dan efektif.

"Kalau bisa dicegah kenapa harus tunggu diobati," katanya.

Simak juga Video Menarik Berikut Ini