Pandemi Tak Hentikan Langkah Serka Ika Risma Bawa Misi Kemanusiaan ke Kongo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Mataram - Penularan Covid-19 yang merebak khususnya di Indonesia, tentunya menimbulkan kekhawatiran yang mendalam bagi masyarakat.

Banyak yang ketakutan tertular virus Corona karena melihat dampaknya hingga bisa merenggut nyawa. Namun, seakan menantang kondisi, para anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) TNI ini rela meninggalkan keluarganya untuk mengikuti misi kemanusiaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Kongo, Afrika di tengah pandemi Covid-19 yang melanda.

Liputan6.com berhasil mewawancarai salah seorang anggota Kowad TNI di Kongo, yaitu Serka Ika Risma asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepada Liputan6.com, Serka Ika Risma mengaku sangat khawatir dengan keadaan keluarganya terutama anak semata wayangnya yang baru berumur 5 tahun yang saat ini dia tinggalkan.

"Sangat khawatir, selama saya di sini banyak sekali kabar duka yang kami terima. Dan itu bikin kami khawatir," ujar Serka Ika Risma beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, setiap harinya ia selalu berkomunikasi dengan keluarganya, ia juga selalu berpesan kepada anaknya untuk tetap patuhi protokol kesehatan.

Perasaan takut tersebut terus merongrong. Namun apalah daya, tugas negara harus dijalankan.

"Yang paling sedih adalah saat saya ditanya bunda kapan pulang," cerita Serka Ika Risma.

Kendati demikian, Serka Ika mengaku sangat senang mengikuti misi kemanusiaan di Kongo ini. Menurutnya, misi ini merupakan bagian perjuangannya untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

"Alhamdulillah, senang banget ditugaskan oleh Negara untuk menjaga perdamaian di sini (Kongo), bisa ketemu dengan semua orang, bisa berinteraksi dengan mereka, mendengar keluh kesah mereka, intinya nyaman banget," kata Ika.

Trauma Healing dan Permainan Tradisional Indonesia di Kongo

Anggota Kowad TNI di Kongo, yaitu Serka Ika Risma asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam misi kemanusiaan di Kongo. (Liputan6.com/ Hans Bahanan)
Anggota Kowad TNI di Kongo, yaitu Serka Ika Risma asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam misi kemanusiaan di Kongo. (Liputan6.com/ Hans Bahanan)

Tugas para Kowad TNI di Kongo adalah menjalankan mandat PBB untuk memberikan rasa aman kepada warga yang berada di daerah konflik seperti di Walungu, Bendera, Shabunda, dan Kalemie. Selama di sana, para Kowad ini memberikan trauma healing kepada warga terutama anak dan wanita.

Sebab, wanita dan anak-anak Kongo mengalami trauma yang parah lantaran banyak yang telah menjadi korban penculikan dan pemerkosan yang dilakukan oleh para bandit dan kelompok bersenjata lainnya.

Untuk menghilangkan trauma tersebut, para Kowad mengajak anak-anak, remaja, dan wanita untuk ikut bermain dan bernyanyi. Bahkan, para Kowad TNI ini mengenalkan budaya dan permainan tradisional Indonesia seperti main terompah, balap karung, pegang botol, dan permainan tradional Indonesia lainnya.

"Permainan tradisional sangat diminati oleh anak-anak dan wanita Kongo. Mereka semua sangat antusias, kalau kami datang mereka terlihat gembira karena tahu mereka akan diajak main tradisonal Indonesia," kata Ika.

"Bahkan, ada juga desa yang takut jika kami datang, namun setelah kami beri tahu tujuan kami datang untuk memberikan trauma healing akhirnya mereka terima dan kami pun akrab. Saking akrabnya, terkadang kami menari dengan lagu Ambon (Goyang Poco Poco) mereka sangat senang," imbuh Ika.

“Tetapi bagaimanapun saya dan teman teman tetap semangat karena kami ke sini untuk misi kemanusiaan dan yang kami bawa adalah nama Indonesia,” Tutup Serka Ika Risma.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel