Pandemi terkendali, warga Pulau Kelapa giatkan kembali pencak silat

Warga Pulau Kelapa, khususnya para kawula mudanya, menggiatkan kembali seni bela diri khas budaya Indonesia, pencak silat, menyusul terkendalinya pandemi COVID-19 di daerah itu, sekaligus demi mendukung bangkitnya sektor pariwisata di Kepulauan Seribu.

"Kami bergerak cepat, sat set sat set lagi untuk berlatih," kata Ketua Sanggar Pencak Ssilat Kembang Kelapa, Mashabi dalam keterangan resmi di Kepulauan Seribu, Senin.

Mashabi mengatakan sanggar terbentuk pada 2 September 2020 atau pada saat pandemi COVID-19 sedang tinggi-tingginya dan hingga saat ini jumlah anggota sanggar sebanyak 34 orang terdiri dari usia tujuh tahun hingga 25 tahun.

"Sanggar yang sudah berjalan dua tahun ini memiliki misi dan visi yaitu menjadikan generasi handal yang mengenal dan memahami seni dan budaya bangsa dengan akhlak yang terpuji (akhlaqul karimah)," kata Mashabi.

Program latihan pencak silat di sanggar itu bertujuan untuk mempersatukan dan mengekspresikan budaya dan kesenian anak-anak di Pulau Kelapa, melatih dan membimbing anak-anak untuk melestarikan budaya pulau, serta mewujudkan generasi Kelurahan Pulau Kelapa yang cinta agama, budaya, negara dan edukasi.

Baca juga: Menjaga tradisi jawara silat

Untuk latihan biasanya diadakan di balai sanggar dan RPTRA Pulau Kelapa, setiap Senin dan Selasa malam dari pukul 20.00-22.00 WIB untuk pesilat dewasa.

Sedangkan untuk anak-anak, latihan dilaksanakan Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00-11.00 WIB.

Porsi latihan dengan siraman kebatinan pun seimbang, karena setiap Rabu malam juga diadakan tadarus Alquran bersama-sama, membaca Surat Yasin di sanggar.

"Kami akan terus mendukung kegiatan positif ini, dan saya lihat di sana terdapat pengajian juga," kata Lurah Pulau Kelapa Irfan Damanhuri.

Irfan mengatakan adanya sanggar pencak silat dianggap berpotensi menumbuhkan pariwisata setempat.

Baca juga: Kepulauan Seribu masih dipadati wisatawan pada H+4 Lebaran 2022

Hal itu karena, selain sebagai sarana olah raga, pencak silat juga dapat menjadi pendukung budaya dan sektor pariwisata seperti untuk penyambutan tamu yang datang ke Kepulauan Seribu.

Irfan mengatakan warga mendukung adanya sanggar pencak silat di tempat tersebut karena dinilai mampu melestarikan budaya asli Pulau Kelapa.

"Sekaligus jadi aktivitas yang baik bagi anak anak dan remaja, sehingga terhindar dari penggunaan narkoba serta tawuran," kata Irfan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel