Pandemi Virus Corona: 6 Cara Mengendalikan Nafsu Makan saat Melakoni Karantina Mandiri

Bola.com, Jakarta - Kebijakan karantina mandiri minimal selama 14 hari dibarengi dengan imbauan bekerja dari rumah (work from home), hingga belajar dan beribadah di rumah masing-masing selama pandemi virus Corona menjadi tantangan tersendiri bagi beberapa kalangan.

Buat mereka yang terbiasa aktif di lapangan atau luar lapangan, aktif bersosialiasi dengan rekan kerja maupun sahabat, masa-masa sekarang ini kemungkinan terasa "menyiksa".

Begitu pula "kaum rebahan", pelajar, hingga pekerja kantoran yang kali ini harus menuntaskan tugas-tugas mereka dari rumah.

Selain mencari cara mengusir kejenuhan akibat terbatasnya opsi aktivitas, satu tantangan lain yang harus dihadapi adalah meredam nafsu makan.

Lantaran terus-menerus berada di rumah, bisa jadi ibu, istri, atau anak Anda kerap menggunakan waktunya untuk menyalurkan hobi memasak. Bisa jadi, Anda sendiri juga melakukannya.

Ahhasil, aktivas makan menjadi sering dilakukan. Belum lagi jika Anda membunuh waktu dengan menyaksikan film, kudapan bisa menjadi teman cocok.

Saat mengerjakan tugas-tugas pun, camilan ringan "setia" mendampingi kita.

Tanpa disadari, kita menjadi susah mengerem nafsu makan karena ingin terus-menerus ngemil.

Meme yang menggambarkan situasi semacam ini telah banyak bertebaran di media sosial. Semisal, "14 days challenge", di mana ada unggahan yang memperlihatkan perbedaan seseorang pada hari pertama karantina dan hari ke-14 karantina mandiri akibat virus Corona.

Tampak pada hari ke-14, tubuhnya menjadi melar.

Kita tentu tak ingin hal seperti itu terjad bukan? Selain harus mengimbanginya dengan berolahraga secara teratur dan melakukan kegiatan fisik lain, Bola.com mencoba memberikan petunjuk praktis bagaimana mengendalikan nafsu makan Anda di saat masa karantina akibat pandemi virus Corona.

Fokus dan Mengenali Makanan Penyebab Bertambahnya Nafsu Makan

Ilustrasi Kudapan. ©Shutterstock

1. Fokus terhadap Makanan

Makan siang di depan komputer atau memakan cemilan seperti keripik kentang di depan televisi, mungkin menjadi hal wajar bagi sebagian orang.

Meski kebiasaan ini tampak tidak berbahaya, hal tersebut dapat menyebabkan makan berlebihan.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 24 percobaan, makan sembari melakukan hal lain, seperti bekerja di depan laptop atau menyaksikan televisi bisa

berpotensi membuat kita tak sadar telah makan secara berlebihan.

2. Mengenali Makanan yang Memicu Nafsu Makan

Mengenali makanan mana yang dapat memicu nafsu makan dan menghindarinya, dapat membantu mengurangi kemungkinan makan berlebih.

"Sembunyikan" makanan-makanan tersebut, entah itu es krim, piza, cokelat atau apa pun, ditempat yang semestinya. Makin sulit Anda mendapatkan sesuatu, makin kecil pula kemungkinan Anda makan berlebihan.

Ada rekomendasi, untuk menyembunyikan makanan-makanan atau kudapan kurang sehat, jauh dari pandangan Anda, sehingga ketika Anda melewatinya, Anda tak akan tergoda untuk meraupnya.

Kurangi Stres

Ilustrasi Stres. | foto : istimewa

3. Jangan Langsung Menghilangkan Makanan Favorit dari Daftar Menu

Jangan langsung menghilangkan makanan favorit Anda dari pandangan karena hal ini justru memicu Anda melampiaskannya pada makanan lain dengan membabi-buta.

Namun, secara perlahan, kurangi porsi makanan favorit Anda. Dengan semisal hanya mengonsumsi piza satu potong saja, atau satu scoop es krim saja, dan sepotong kecil cokelat.

Setelah itu, coba ganti makanan tersebut dengan jenis makan lain yang lebih sehat dan kaya nutrisi sehingga Anda bisa menikmatinya kapan pun tanpa khawatir.

4. Kurangi Stres

Stres bisa memicu makan berlebih, jadi penting bagi Anda untuk mengontrol dan bahkan mengurangi stres tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Stres kronis meningkatkan kadar kortisol, hormon yang meningkatkan nafsu makan. Penelitian telah menunjukkan bahwa stres dapat menyebabkan makan berlebihan, meningkatkan rasa lapar, makan berlebihan, dan penambahan berat badan.

Ada banyak cara sederhana untuk mengurangi tingkat stres sehari-hari Anda. Pertimbangkan mendengarkan musik, berolahraga, atau berlatih yoga, meditasi, atau teknik pernapasan.

Mengonsumsi Makanan Sehat

Ilustrasi Makanan Kaya Serat.

5. Makan Makanan Kaya Serat dan Protein

Memilih makanan yang kaya serat, seperti kacang-kacangan, sayuran, gandum, dan buah-buahan, serta kaya protein dapat membantu menjaga tubuh Anda merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.

Satu penelitian menemukan bahwa orang yang makan oatmeal kaya serat untuk sarapan merasa lebih kenyang dan makan lebih sedikit saat makan siang daripada mereka yang mengonsumsi cornflake untuk sarapan.

Lalu, makan sarapan berprotein tinggi terbukti mengurangi rasa lapar dan ngemil di kemudian hari.

Memilih sarapan kaya protein seperti telur cenderung menurunkan kadar ghrelin, hormon yang merangsang rasa lapar.

Menambahkan camilan berprotein tinggi seperti yogurt ke dalam rutinitas Anda juga dapat membantu Anda makan lebih sedikit sepanjang hari dan mengendalikan rasa lapar.

Atau, Mengemil kacang, menambahkan kacang-kacangan ke salad Anda, dan makan sayuran setiap kali makan juga baik untuk membantu mengurangi jumlah makanan yang Anda konsumsi.

6. Tetap Makan Secara Teratur

Ketika mencoba menurunkan berat badan, banyak orang yang tidak makan dengan harapan akan mengurangi jumlah kalori yang mereka konsumsi.

Meski ini mungkin berhasil dalam beberapa kasus, membatasi makan dapat menyebabkan Anda makan lebih banyak di kemudian hari.

Penelitian telah menunjukkan bahwa makan lebih sering sepanjang hari dapat mengurangi rasa lapar dan asupan makanan secara keseluruhan.

Sebagai contoh, beberapa orang mungkin melewatkan makan siang untuk membatasi kalori, namun makan berlebihan saat makan malam.

Air Putih

ilustrasi air putih/Photo by Daria Shevtsova from Pexels

7. Makan dengan Pelan

Makan terlalu cepat dapat menyebabkan makan berlebihan dan menyebabkan kenaikan berat badan seiring waktu.

Makan lebih lambat dikaitkan dengan peningkatan kekenyangan dan penurunan rasa lapar dan dapat berfungsi sebagai cara yang berguna untuk mengendalikan makan berlebih.

Meluangkan waktu untuk mengunyah makanan secara menyeluruh juga terbukti mengurangi asupan makanan secara keseluruhan dan meningkatkan perasaan kenyang.

8. Ganti Minuman Manis dengan Air Putih

Minum minuman manis seperti soda dan jus dapat meningkatkan berat badan dan meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti diabetes.

Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman manis dengan makanan dapat dikaitkan dengan makan berlebihan juga.

Sebuah ulasan dari 17 penelitian menemukan bahwa orang dewasa yang minum minuman manis dengan makanan mengonsumsi 7,8 persen lebih banyak makanan daripada orang dewasa yang mengkonsumsi air dengan makanan.

Memilih air dibandingkan minuman manis dapat membantu meredam keinginan Anda untuk makan berlebih.

Sumber: Healtline

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.