Pandemi Virus Corona Covid-19: Pemain Liga Inggris Ogah Main Tanpa Penonton

Liputan6.com, London - Pandemi virus corona covid-19 belum juga mereda. Kompetisi sepak bola di Eropa pun masih dihentikan hingga waktu yang belum ditentukan.

virus corona covid-19 telah menjadi pandemi dan menyebar ke seluruh dunia. Virus itu pertama kali ditemukan di Tiongkok, Desember tahun lalu.

Di Eropa, Italia menjadi negara terparah dengan jumlah korban jiwa mencapai 6.077 orang. Saat ini, menurut data New York Times, ada sekitar 63.927 kasus di sana.

Luasnya penyebaran virus corona membuat UEFA dan operator kompetisi kelimpungan. Berbagai wacana digulirkan agar kompetisi musim 2019/20 kembali berlangsung.

Khusus untuk Liga Inggris, wacana menggelar pertandingan tanpa penonton tampaknya tidak dapat dilakukan. Seperti dilansir Mirror, para pemain Liga Inggris mengancam akan protes jika pertandingan digelar tanpa penonton.

Saat ini, operator Liga Inggris kabarnya berada dalam tekanan dari stasiun tv pemegang hak siar. Operator didesak menggelar lagi kompetisi demi mencegah kerugian finansial.

Namun operator tampaknya harus mencari opsi lain di luar menggelar pertandingan tanpa penonton. Setidaknya ada empat poin yang membuat para pemain ogah melakukan hal itu.

 

 

Takut Tertular

Pelatih Arsenal Mikel Arteta tepuk tangan usai pertandingan Piala FA antara Bournemouth melawan Arsenal di Vitality Stadium, Bournemouth, Inggris, 27 Januari 2020. Arteta mengaku kecewa dengan kondisinya saat ini yang terjangkit virus corona COVID-19. (Glyn KIRK/AFP)

Para pemain di antaranya takut tertular oleh virus corona. Mereka takut menjangkiti keluarga masing-masing jika tetap bermain.

Saat ini ada pelatih Arsenal, Mikel Arteta yang sudah dinyatakan positif virus corona covid-19. Pihak klub pun sudah mewanti-wanti para pemainnya untuk mengisolasi diri di rumah masing-masing.

Berikut Empat Poin Keberatan Pemain Liga Inggris

1. Pemain takut keselamatannya terancam di tengah aturan keras Pemerintah Inggris terkait social distancing.

2. Keluarga para pemain bisa berisiko terjangkit virus jika pemain terinfeksi lantaran bertanding.

3. Akan terjadi kekurangan petugas medis yang saat ini sedang sibuk menangani pasien virus corona.

4. Pemain tidak ingin bermain di stadion yang kosong sementara fans tidak boleh menonton langsung.