PANDI ajak semua pihak jaga kedaulatan digital Indonesia

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga kedaulatan digital Indonesia.

Di era digitalisasi dan globalisasi ini, ketahanan digital merupakan hal yang sangat penting untuk dijaga bersama-sama oleh seluruh elemen pemerintah dan masyarakat tanpa terkecuali, kata Ketua PANDI Yudho Giri Sucahyo.

"Kita semua harus berkolaborasi untuk mewujudkan ketahanan digital ini, mari kita semua berkolaborasi untuk peningkatan ketahanan digital yang tentunya hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh pihak mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, mahasiswa, dan masyarakat umum," jelas Yudho dalam pernyataan yang diterima ANTARA, Selasa.

Baca juga: PANDI luncurkan laman direktori atlet berprestasi Indonesia

PANDI, dalam upaya meningkatkan kedaulatan digital Indonesia, akhir Agustus ini telah menggelar Konferensi dan Expo Ketahanan Digital (ID-RES) dengan tema “Mewujudkan Ketahanan Digital dan Kedaulatan Internet Indonesia.

"Kegiatan ID-RES ini mengangkat tema ketahanan digital yang sangat penting bagi kita semua dan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan pemanfaatan teknologi informasi," kata Yudho menambahkan.

Sementara itu, Kepala Pusat Informasi dan Pengelolaan Data TNI Brigjen TNI Iwan Sumantri menekankan tentang pentingnya ketahanan digital. "Pertahanan saat ini bukan hanya sekadar tentang pertahanan teritori, namun juga sudah mencakup pertahanan di dunia digital, TNI juga turut berperan dalam mewujudkan ketahanan digital dengan memberikan rasa aman dari para pengguna internet dari segala bentuk ancaman."

Sependapat, Plt. Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Teguh Arifiadi menegaskan kembali bahwa kita semua harus bersama-sama berupaya meningkatkan ketahanan digital.

"Salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan ketahanan digital dari Kemenkominfo yaitu adanya kewajiban pendaftaran PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) bagi setiap penyelenggara internet dan pencanangan RUU perlindungan data pribadi, hal ini merupakan salah satu tugas pemerintah khususnya Kemenkominfo untuk membentuk ketahanan digital yang aman bagi kita semua," katanya.

Direktur Keamanan Siber dan Sandi TIK, Media dan Transprotasi, Badan Siber dan Sandi Negara Retno Artinah Suryandari mengatakan dalam tahun ini tingkat kebocoran data semakin meningkat.

"Tingkat kebocoran data saat ini semakin meningkat, oleh karena itu diperlukan peningkatan kesadaran di masyarakat akan bahaya kebocoran data serta peningkatan keamanan dan regulasi dari pemerintah," katanya karena keamanan data merupakan bagian dari kedaulatan digital.

Kegiatan ID-RES yang digelar selama dua hari terdiri dari konferensi yang diisi oleh para narasumber ahli dan expo yang diikuti oleh para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta berbagai lomba/kompetisi.

"ID-RES ini diisi oleh berbagai konferensi/talkshow dengan topik menarik terkait dunia digital, peluncuran PANDI Institute, penjurian finalis lomba Hackhathon PANDI dan penampilan stand up comedy dari komika ternama," jelas Kepala Operator Registri PANDI, Dwi Widiastuti.

Kepada para pelaku UMKM, Dwi Widiastuti mengajak untuk menggunakan domain biz.id dan memberi masukkan kepada PANDI dalam hal tata kelola domain. "Saat ini pengguna domain biz.id masih sangat rendah, oleh karena itu kami mengajak masyarakat khususnya para pelaku UMKM untuk menggunakan domain biz.id untuk mempromosikan produk-produknya."

PANDI juga mengajak masyarakat untuk memberi masukkan dalam pengembangan tata kelola domain Indonesia melalui situs resmi www.pandi.id atau email ke kebijakan@pandi.id.''

"Harapannya dengan adanya kegiatan ID-RES dan masukkan dari publik dalam kegiatan ini, kita semua dapat bersama-sama mengembangkan dunia digital di Indonesia agar dapat memberikan lebih banyak manfaat positif bagi para penggunanya sehingga kedaulatan internet di Indonesia dapat bersama-sama kita raih," tutup Dwi Widiastuti.

Baca juga: PANDI selenggarakan ID-RES dukung ketahanan digital

Baca juga: Pro dan kontra aturan ruang digital

Baca juga: PANDI dukung pendaftaran PSE untuk jaga keamanan siber nasional