Pandu: Aftech bertekad bantu akses layanan keuangan berbasis teknologi

·Bacaan 2 menit

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) Pandu Patria Sjahrir mengatakan asosiasinya bertekad untuk membantu memenuhi akses layanan keuangan berbasis teknologi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Menurut data, 75 persen masyarakat Indonesia saat ini masih belum memiliki akses yang memadai kepada layanan jasa keuangan.

“Meski masih dalam tahap awal, saya yakin layanan teknologi finansial di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar seperti di China dan Amerika untuk mendukung ekonomi nasional dan inklusi keuangan,” kata Pandu dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Pandu Patria Sjahrir ditetapkan sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Harian Aftech periode 2021–2025. Penetapan tersebut tercantum dalam pengumuman hasil rapat umum anggota Aftech II nomor 005/Governance/VI/2021 pada Rabu (2/6).

Baca juga: Kemenko Perekonomian & AFTECH kerjasama kembangkan ekonomi digital

Sebagai asosiasi resmi yang ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam penyelenggaraan inovasi keuangan digital, Pandu ingin Aftech bisa terus mendorong pelaku industri untuk berinovasi dalam pengembangan infrastruktur digital berbasis market conduct.

Menurut Pandu, Aftech juga akan terus berkolaborasi dan bersinergi dengan pihak regulator dalam dukungan regulasi untuk memberikan keleluasaan dan kontrol yang seimbang.

"Semua ini semata-mata demi pengembangan layanan industri finansial yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Berdasarkan rapat tersebut, Pandu dinyatakan memenuhi persyaratan pemilihan hingga lolos uji kelayakan (fit and proper test). Penetapan Pandu sebagai Ketua Aftech tercantum dalam rapat secara virtual yang dihadiri oleh 190 anggota tetap atau 67 persen dari total 282 anggota tetap, dan tiga anggota kehormatan.

Baca juga: Aftech: Fintech bantu publik transaksi dan peroleh pinjaman saat Covid

Pandu terpilih sebagai pimpinan Aftech atas latar belakangnya sebagai Presiden Komisaris SEA Group Indonesia, yang menaungi PT Airpay Internasional Indonesia (ShopeePay).

Ia juga tercatat sebagai investor beberapa perusahaan teknologi di Indonesia melalui AC Venture dan Indies Capital.

Susunan dewan pengurus lainnya pun merupakan para pimpinan dari perusahaan-perusahaan fintech.

Selain Pandu Sjahrir, beberapa tokoh di bidang industri teknologi juga terpilih ke dalam susunan kepengurusan Aftech periode 2021-2025, di antaranya mantan Menkominfo Rudiantara, yang menempati posisi sebagai Ketua Dewan Pengawas dan pendiri CekAja, John Patrick Ellis sebagai Ketua Dewan Kehormatan/Etik.

Baca juga: Aftech: Sekitar 23,4 persen fintech alami dampak positif di era COVID

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel