Panduan Budidaya Ikan Patin di Rumah, Bisnis Menguntungkan

·Bacaan 8 menit
Panduan Budidaya Ikan Patin di Rumah, Bisnis Menguntungkan
Panduan Budidaya Ikan Patin di Rumah, Bisnis Menguntungkan

RumahCom - Melakukan budidaya ikan patin di rumah Anda sendiri adalah salah satu hal positif yang bisa Anda coba. Ikan patin adalah salah satu jenis ikan yang mudah dibudidayakan oleh pemula sekalipun. Ikan jenis ini tidak membutuhkan perawatan yang sulit dan Anda bisa mempelajarinya sendiri dengan mudah. Supaya bisa membantu Anda untuk melakukan budidaya ikan patin di rumah, artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Cara Budidaya Ikan Patin di Rumah

    1. Persiapan Kolam untuk Budidaya Ikan Patin

    2. Memilih Bibit Ikan Patin

    3. Pemeliharaan Ikan Patin

    4. Penanganan Hama dan Penyakit Ikan Patin

    5. Panen Ikan Patin

  2. Jenis-Jenis Ikan Patin untuk Dibudidaya

    1. Patin Jambal

    2. Pangasius Bocourti

    3. Patin Juaro

    4. Patin Lawang

    5. Patin Pedado

Panduan Lengkap Beli Properti Luar Negeri dan Juga Luar Kota
Panduan Lengkap Beli Properti Luar Negeri dan Juga Luar Kota

Membeli Rumah, Ruko dan Properti Lainnya

Panduan Lengkap Beli Properti Luar Negeri dan Juga Luar Kota

1. Cara Budidaya Ikan Patin di Rumah

Budidaya ikan patin bisa dilakukan dimana saja dengan mudah. (Foto: Oceana)
Budidaya ikan patin bisa dilakukan dimana saja dengan mudah. (Foto: Oceana)

Budidaya ikan patin bisa dilakukan dimana saja dengan mudah. (Foto: Oceana)

Dilansir dari Wikipedia, ikan patin yang memiliki nama ilmiah Pangasius sp. varietas khusus ikan air tawar impor yang telah menjadi produk makanan laut populer yang dikonsumsi di Indonesia. Ikan patin merupakan salah satu ikan komoditas impor yang biasanya dijual dalam bentuk fillet atau daging tanpa tulang, kulit ikan patin, maupun daging ikan potongan yang disimpan dalam kemasan maupun masih utuh dan dijual segar.

Ikan patin memiliki ciri-ciri bertubuh panjang, memiliki sepasang kumis, sirip ekornya berbentuk seperti gunting, dan mempunyai sirip di bagian dada serta punggung. Warna ikan patin pada umumnya adalah abu-abu kehitaman dengan warna putih di bagian perutnya. Bentuk kepala ikan patin mirip dengan ikan lele, namun mulutnya lebih runcing dan terletak agak lebih ke bawah.

Ikan patin memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi, sehingga cukup bagus dikonsumsi untuk menunjang pertumbuhan anak-anak. Selain itu, ikan patin relatif aman dikonsumsi sehari-hari.

Membudidayakan ikan patin di rumah bukanlah suatu hal yang tidak mungkin. Melansir artikel Pangasius Farming and Production Guide berikut ini adalah penjelasan mengenai langkah-langkah membudidayakan ikan patin di rumah:

1. Persiapan Kolam untuk Budidaya Ikan Patin

Kolam merupakan tempat hidupnya ikan patin yang Anda pelihara. Untuk itu, penting bagi Anda untuk mempersiapkan kolamnya terlebih dahulu. Dalam budidaya ikan patin, Anda dapat menggunakan kolam yang terbuat dari terpal maupun membuat kolam lumpur atau kolam tanah.

Apabila Anda menggunakan kolam yang terbuat dari terpal, Anda sebaiknya memperhatikan tata ruang, saluran air, kualitas air, suhu, dan tingkat keasaman atau pH air. Selain itu, Anda juga perlu memastikan bahwa area tempat dimana Anda akan membuat kolam bebas dari polusi dan pencemaran. Pastikan pula bahwa area kolam bebas dari hewan lain, terutama hewan predator. Ketersediaan air diharapkan mampu memastikan Anda untuk mendapatkan air yang bersih dan berkualitas untuk membudidayakan ikan patin di kolam buatan di rumah Anda.

Ukuran kolam yang ideal adalah 1.600 hingga 2.400 meter persegi dengan kedalaman 1.5 hingga 2 meter. Ukuran kolam ini cocok untuk membudidayakan sebanyak 500 ekor ikan patin. Untuk pembesaran ikan, biasanya Anda akan membuat kurungan. Sebaiknya ukuran kurungan adalah 10x10 meter dengan kedalam 5 meter untuk sejumlah ikan patin 15 hingga 30 ekor per meter kubik.

Sebelum menebarkan benih ikan patin ke kolam, terutama ke kolam tanah atau lumpur, sebaiknya And menebarkan pupuk kandang atau pupuk hijau terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan pakan alami seperti tumbuhan yang tumbuh di dasar air. Dengan adanya pakan alami ini akan membantu ikan patin nantinya dalam memperoleh nutrisi alami.

Air yang digunakan untuk mengisi kolam budidaya ikan patin sebaiknya adalah air yang berkualitas dan bebas dari pencemaran. Mengingat ikan patin merupakan ikan yang cukup sensitif, maka Anda mungkin dapat menambahkan obat khusus untuk menghambat pertumbuhan jamur pada kolam. Selain itu, usahakan suhu air di dalam kolam tidak lebih dingin dari 26 derajat Celcius dan tidak lebih panas dari 30 derajat Celcius. Untuk pH yang baik sebagai air kolam budidaya ikan patin adalah sekitar 6,5 hingga 7,5.

Baca Juga: Cara Budidaya Ikan Nila Bisa Untung Melimpah

2. Memilih Bibit Ikan Patin

Bila kolam tempat budidaya ikan patin sudah disiapkan, langkah selanjutnya adalah memilih bibit ikan patin. Bagi Anda yang pemula, sebaiknya memilih satu jenis ikan patin yang sama sebagai permulaan. Pilihlah bibit ikan yang berkualitas dengan ciri-ciri seperti berikut:

  • Bibit ikan patin bergerak dengan lincah. Semakin lincah gerakan bibit ikan menandakan bahwa bibit ikan tersebut dalam kondisi yang baik dan energik. Tingginya energi bibit ikan patin itu menandakan daya tahan tubuh yang baik. Sehingga tidak akan mudah mati saat proses pembesaran.

  • Warna tubuh bibit ikan patin cerah dan mengkilap. Warna ikan patin pada umumnya abu-abu kehitaman, namun dapat dilihat kecerahnya dari kilap tubuhnya. Jika tubuhnya mengkilap, tandanya tubuhnya sehat dan berada di air yang berkualitas baik.

  • Berasal dari indukan yang berkualitas dan bersertifikat. Bibit ikan patin yang asal usulnya jelas akan lebih berpotensi baik untuk dibudidayakan. Apalagi jika berasal dari indukan berkualitas tinggi, maka bibitnya pun akan berkualitas tinggi pula.

  • Ukuran badan dan kepala bibit ikan patin seimbang, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Bentuk tubuhnya proporsional untuk berenang dengan lincah.

  • Tanyakanlah pada penjual bibit apakah bibit tersebut sudah pernah mendapat vitamin dan antibiotik. Jika sudah pernah, maka bibit ikan patin diharapkan sudah tahan terhadap penyakit dan dalam keadaang yang sehat.

Ketika sudah memilih benih ikan patin, sebelum memasukkannya ke dalam kolam, sebaiknya Anda memperhatikan hal berikut ini:

  • Pastikan kedalaman kolam untuk benih sesuai, tidak terlalu dangkal dan tidak terlalu dalam. Idealnya kedalamannya adalah 50 cm.

  • Biarkan benih beradaptasi dengan suasana dan suhu kolam dengan menempatkannya di dalam plastik terlebih dahulu dan menaruhnya di dalam kolam selama sekitar 20 menit.

  • Agar suhu air tidak terlalu panas, sebaiknya tebarkan benih pada pagi hari atau sore hari.

Tip Rumah

Selalu periksa kondisi bibit patin setelah dimasukkan ke dalam kolam. Supaya bibit bisa hidup, pastikan supaya suhu kolam selalu dalam keadaan yang stabil.

3. Pemeliharaan Ikan Patin

Ikan patin adalah ikan omnivora, artinya bahwa ikan ini memakan tumbuh-tumbuhan dan juga hewan lain. Ikan patin juga dapat diberikan pakan berupa limbah dapur, dedak padi atau pakan pelet. Jumlah pakan yang harus diberikan adalah 2,5% dari berat badan rata-rata ikan itu sendiri. Untuk hasil pertumbuhan yang maksimal, jumlah pakan ini harus selalu disesuaikan setiap dua minggu sekali.

Ikan patin sudah bisa hidup hanya dari memakan tumbuhan yang tumbuh di sekitar kolam. Namun jika Anda ingin pertumbuhan yang maksimal, untuk menjaga keseimbangan nutrisi pakan ikan patin, berikan pelet berkualitas setiap hari. Berikan pakan berupa udang kecil atau cacing darah. Semakin bertambah usia, ikan patin akan kehilangan giginya. Jika sudah demikian, maka ikan patin akan menjadi vegetarian, tidak bisa memakan hewan lainnya. Anda dapat memberikan campuran sayur rebus, dedak pagi, dan bubur nasi untuk ikan patin.

4. Penanganan Hama dan Penyakit Ikan Patin

Ikan patin cukup sensitif dengan hama dan penyakit yang bisa saja disebarkan oleh air kolam yang tercemar. Maka dari itu, air kolam perlu diganti secara teratur. Tujuannya adalah untuk membersihkan kuman dan jamur yang berpotensi memberikan penyakit ke ikan. Idealnya air kolam diganti dan dibersihkan setiap 2 hingga 3 minggu sekali. Caranya adalah dengan menggantikan air kolam secara bertahap agar ikan tidak terkejut.

5. Panen Ikan Patin

Ikan patin yang sudah siap dipanen biasanya berusia 5 hingga 6 bulan. Berat ideal seekor ikan patin yang kayak dipanen adalah sekitar 500 gram hingga 1 kilogram. Ikan patin sering dijual segar di pasar-pasar ikan. Selain itu, ikan patin pun diekspor dalam bentuk fillet maupun utuh. Harga ikan patin per kilogramnya mencapai 30 ribu rupiah untuk setiap kilogramnya.

Budidaya ikan patin memang tidak sefamiliar ikan lele maupun ikan mas, namun ikan patin ternyata mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi. Mau punya rumah yang memiliki nilai investasi dan potensi ekonomi yang tinggi? Cek pilihan rumahnya di kawasan Bekasi dengan harga di bawah Rp700 jutaan di sini!

2. Jenis-Jenis Ikan Patin untuk Dibudidaya

Terdapat beberapa jenis patin yang bisa Anda budidayakan. (Foto: FreshToHome)
Terdapat beberapa jenis patin yang bisa Anda budidayakan. (Foto: FreshToHome)

Terdapat beberapa jenis patin yang bisa Anda budidayakan. (Foto: FreshToHome)

Setelah Anda mengetahui dasar-dasar untuk melakukan budidaya ikan patin, Anda harus mengetahui juga bahwa terdapat beberapa jenis ikan patin yang cocok untuk dibudidayakan. Dilansir dari Info Ikan, berikut ini adalah beberapa contoh jenis ikan patin yang bisa Anda budidayakan:

1. Patin Jambal

Ikan patin jambal atau Pangasius djambal ini merupakan ikan yang mudah dibudidayakan. Panjang ikan patin jambal bisa mencapai 120cm dan akan mencapai usia siap panen hanya membutuhkan waktu sekitar 3 sampai 4 bulan saja.

2. Pangasius Bocourti

Jenis ikan ini sering dijumpai di Indonesia. Jenis ikan ini relatif mudah dikembangkan di negara tropis seperti Indonesia. Jenis ini menjadi salah satu komoditi ekspor ke luar negeri seperti Eropa dan Amerika. Harga ikan patin ini juga cukup mahal, sehingga Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan menjual ikan jenis ini.

3. Patin Juaro

Ikan Patin Juaro atau ikan Pangasius polyuranodon memiliki ukuran badan sekitar 60 hingga 80cm. Jenis ikan patin ini banyak ditemukan di Indonesia dan cukup mudah dibudidayakan.

4. Patin Lawang

Ikan Patin Lawang ini memiliki nama ilmiahnya Pangasius nieuwenhuisi. Walaupun ukurannya lebih kecil daripada jenis ikan patin lainnya, namun ikan ini memiliki daya tahan cukup tinggi terhadap kondisi air yang berbeda-beda. Karena daya tahan hidupnya yang tinggi itulah menjadikan ikan patin jenis ini sangat cocok bagi pemula.

5. Patin Pedado

Ikan Patin Pedado atau Pangasius nasutus memiliki sirip yang kemerahan. Ikan patin ini merupakan komoditas ekspor ke negara-negara di Asia. Ikan Patin Pedado ini merupakan ikan patin yang besar, dengan panjang minimal mencapai 100cm. Ikan patin jenis ini pun merupakan ikan patin yang termahal dibandingkan dengan jenis ikan patin lainnya.

Itulah pembahasan lengkap mengenai budidaya ikan patin di rumah yang bisa menjadi sebuah bisnis menguntungkan untuk Anda. Semoga artikel ini bisa bermanfaat, terutama bagi Anda yang sedang mencari referensi terbaik untuk melakukan budidaya ikan patin Anda sendiri.

Apakah Anda memiliki rencana untuk pindah rumah? Cek video yang informatif berikut ini untuk mengetahui tips pindah rumah agar berjalan lancar!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel