Panduan KPR untuk Karyawan Kontrak, Cicilan Mulai 1 Juta

·Bacaan 7 menit
Panduan KPR untuk Karyawan Kontrak, Cicilan Mulai 1 Juta
Panduan KPR untuk Karyawan Kontrak, Cicilan Mulai 1 Juta

RumahCom - Rumah merupakan salah satu properti yang nilainya terus mengalami peningkatan. Karena harganya yang terus meningkat, menjadikan tidak semua orang bisa membeli rumah secara tunai. Masalah inilah yang membuat KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dalam bentuk pinjaman atau kredit menjadi salah satu metode pembelian rumah yang umum digunakan. Salah satu program KPR yang sedang populer saat ini adalah KPR untuk karyawan kontrak.

Umumnya, persyaratan utama untuk mengajukan KPR adalah hanya untuk karyawan yang berstatus tetap. Saat ini pegawai outsourcing dan kontrak bisa memiliki rumah sendiri hanya dengan mengikuti program KPR untuk karyawan kontrak. Untuk lebih lengkapnya, baca artikel ini sampai habis.

  1. Bisakah Karyawan Kontrak/Outsourcing Mengambil KPR?

  2. Jenis KPR untuk Karyawan Kontrak yang Bisa Diajukan

    1. KPR Subsidi untuk Karyawan Kontrak

    2. KPR BP2BT untuk Karyawan Kontrak

  3. Prosedur dan Syarat Ajukan KPR untuk Karyawan Kontrak/Outsourcing

    1. Syarat Ajukan KPR untuk Karyawan Kontrak/Outsourcing

    2. Prosedur Pengajuan KPR Karyawan Kontrak/Outsourcing

  4. Tips KPR untuk Karyawan Kontrak

    1. Terbebas dari Hutang

    2. Proses Pengajuan KPR di Waktu yang Tepat

    3. Pastikan Anda Tidak Ada Riwayat Kredit Macet

    4. Siapkan Seluruh Dokumen yang Diperlukan

    5. Tunjukkan Kinerja Kerja yang Baik

  5. Cicilan Ringan Mulai Rp1 Juta, Ini Simulasi KPR untuk Karyawan Kontrak/Outsourcing

    1. KPR Subsidi

    2. KPR BP2BT

Informasi Lengkap Beli Properti WNI yang Tinggal di Luar Negeri
Informasi Lengkap Beli Properti WNI yang Tinggal di Luar Negeri

Membeli Rumah, Ruko dan Properti Lainnya

Informasi Lengkap Beli Properti WNI yang Tinggal di Luar Negeri

1. Bisakah Karyawan Kontrak/Outsourcing Mengambil KPR?

Saat ini program KPR sudah bisa dinikmati oleh karyawan kontrak. (Foto: Pexels - Kindel Media)
Saat ini program KPR sudah bisa dinikmati oleh karyawan kontrak. (Foto: Pexels - Kindel Media)

Saat ini program KPR sudah bisa dinikmati oleh karyawan kontrak. (Foto: Pexels - Kindel Media)

Memiliki rumah sebagai tempat tinggal memang idaman semua orang. Namun, tidak semua orang beruntung untuk mampu membeli rumah karena harganya yang cukup mahal. Apalagi bagi pekerja kontrak maupun outsourcing yang pekerjaannya terikat waktu tertentu dan penghasilan yang mungkin perlu waktu beberapa tahun untuk bisa membeli satu unit rumah dengan cara cash.

Akan tetapi, kini para pekerja kontrak tidak usah risau jika tidak bisa membeli rumah secara cash. Dikutip dari Merdeka, mulai April 2021, Bank Tabungan Negara (BTN) yang bekerjasama dengan Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) membuka kesempatan bagi para karyawan kontrak maupun outsourcing untuk memiliki rumah dengan menggunakan fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Apa sajakah syarat-syaratnya? Bagaimana proses pengajuannya? Simaklah penjelasannya lebih lanjut sebagai berikut.

2. Jenis KPR untuk Karyawan Kontrak yang Bisa Diajukan

KPR sangat membantu untuk mewujudkan properti impian. (Foto: Pexels - Kindel Media)
KPR sangat membantu untuk mewujudkan properti impian. (Foto: Pexels - Kindel Media)

KPR sangat membantu untuk mewujudkan properti impian. (Foto: Pexels - Kindel Media)

Melansir dari situs Cermati, ada dua jenis KPR untuk karyawan kontrak yang bisa diajukan, yaitu KPR subsidi dan KPR BP2BT. Apakah perbedaan antara kedua jenis KPR tersebut? Berikut ini penjelasannya.

1. KPR Subsidi untuk Karyawan Kontrak

KPR subsidi untuk karyawan kontrak hanya memerlukan Down Payment (DP) atau uang muka sebesar 1%. Jadi, untuk rumah dengan harga 200 juta rupiah, cukup memerlukan DP minimal 2 juta rupiah saja. Selain itu, tenor kredit rumah subsidi ini bisa mencapai 20 tahun. Bahkan, ada bantuan subsidi DP hingga 4 juta rupiah. Wah, cukup meringankan. Suku bunganya pun mulai dari 5% per tahun.

2. KPR BP2BT untuk Karyawan Kontrak

Yang dimaksud dengan KPR BP2BT adalah sebuah jenis Kredit Kepemilikan Rumah yang berasal dari Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan. Untuk karyawan kontrak yang ingin memiliki rumah dan mengajukan KPR BP2BT ini berkesempatan untuk mendapatkan bantuan uang muka hingga sebesar 40 juta rupiah. Adapun bunga kredit per tahunnya mulai dari 10 %.

3. Prosedur dan Syarat Ajukan KPR untuk Karyawan Kontrak/Outsourcing

Lengkapi persyaratan untuk mengajukan KPR. (Foto: Pexels - Kampus Production)
Lengkapi persyaratan untuk mengajukan KPR. (Foto: Pexels - Kampus Production)

Lengkapi persyaratan untuk mengajukan KPR. (Foto: Pexels - Kampus Production)

Melansir Detik Finance, Hirwandi Gafar selaku Director Consumer and Commercial Lending BTN, adapun persyaratan untuk mengajukan KPR salah satunya adalah memiliki gaji maksimal 8 juta rupiah per bulan. Karyawan kontrak dapat memiliki rumah dengan cicilan berkisar antara Rp1 juta sampai dengan Rp1,5 juta per bulan.

Secara mendetail, persyaratan untuk mengajukan KPR adalah sebagai berikut:

1. Syarat Ajukan KPR untuk Karyawan Kontrak/Outsourcing

Berikut ini adalah beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengajukan KPR untuk karyawan kontrak/outsourcing:

  • Syarat yang pertama adalah jumlah gaji. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya mengenai gaji maksimal karyawan yang bisa mengajukan KPR baik KPR Subsidi maupun KPR BP2BT, yakni sebanyak 8 juta rupiah.

  • Syarat berikutnya adalah mengenai harga rumah yang boleh dibeli. Harga rumah yang bisa dibeli dan diajukan ke dalam KPR adalah seharga maksimal Rp168 juta.

  • Selain kedua syarat itu, para karyawan kontrak atau outsourcing itu harus terdaftar terlebih dahulu sebagai anggota ABADI yakni Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia. Untuk ini, perusahaan tempat karyawan kontrak bekerja harus tergabung di dalam ABADI tersebut.

2. Prosedur Pengajuan KPR Karyawan Kontrak/Outsourcing

Apabila Anda tertarik untuk mengajukan KPR karyawan kontrak, berikut ini adalah prosedur pengajuannya:

  • Pertama-tama, BTN bekerjasama dengan perusahaan akan mendata para karyawan kontrak yang belum memiliki rumah. Apabila karyawan tersebut telah memenuhi persyaratan, akan ditawarkan proyek perumahan yang berada di bawah naungan BTN.

  • Setelah pendataan para karyawan yang berminat untuk mengajukan KPR, maka perusahaan akan menyerahkan data tersebut ke BTN. Jadi, proses pengajuannya tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan secara kolektif dari perusahaan. Pengelolaan payroll atas kerjasama dengan BTN untuk memudahkan angsuran rumah per bulannya. Para karyawan bisa memilih KPR baik itu subsidi maupun non-subsidi.

  • Para karyawan yang mengajukan KPR hendaknya juga mempersiapkan dokumen-dokumen pendukung seperti formulir pengajuan kredit yang dilengkapi dengan pas foto terbaru. Selain itu, perlu disiapkan pula fotokopi e-KTP, Kartu Keluarga, surat nikah atau surat cerai, surat keterangan penghasilan, rekening koran 3 bulan terakhir, NPWP/SPT PPh 21, dan surat pernyataan belum memiliki rumah

  • Karyawan pun bisa memilih lokasi rumah yang ditawarkan oleh BTN. Selain itu, bisa juga melihat daftar rumah di situs resmi BTN yakni btnproperti.co.id, atau di outlet BTN, pameran properti dan sebagainya.

4. Tips KPR untuk Karyawan Kontrak

Hitung kemampuan Anda mencicil rumah supaya tidak terbebani. (Foto: Pexels - Mikhail Nilov)
Hitung kemampuan Anda mencicil rumah supaya tidak terbebani. (Foto: Pexels - Mikhail Nilov)

Hitung kemampuan Anda mencicil rumah supaya tidak terbebani. (Foto: Pexels - Mikhail Nilov)

Terdapat beberapa tips supaya KPR Anda bisa disetujui. Berikut ini adalah tips KPR untuk karyawan kontrak supaya proses pengajuan bisa disetujui:

1. Terbebas dari Hutang

Apabila Anda ingin mengajukan KPR, alangkah baiknya Anda melunasi hutang-hutang Anda terlebih dahulu. Jikalau pun Anda masih memiliki hutang, pastikan rasio hutang Anda dibandingkan dengan penghasilan tidak lebih dari 30%. Ini karena pihak bank akan menghitung rasio hutang yang Anda miliki untuk melihat seberapa sehat kondisi keuangan Anda.

2. Proses Pengajuan KPR di Waktu yang Tepat

Pada minggu ketiga maupun keempat setiap bulannya, biasanya pihak bank ‘dikejar’ target peminjam. Nah, momentum ini dapat Anda manfaatkan untuk mulai mengajukan KPR. Kesempatan pengajuan Anda untuk disetujui mungkin akan lebih mudah jika dilakukan pada saat yang tepat. Akan tetapi, hindari mengajukan KPR pada saat akhir tahun, sebab bank biasanya akan melakukan tutup buku. Proses penyaluran kredit biasanya akan segera usai, sehingga proses pengajuan kredit pun cenderung sering ditolak.

3. Pastikan Anda Tidak Ada Riwayat Kredit Macet

Jika Anda memiliki kartu kredit atau kredit konsumtif lainnya, pastikan Anda telah membayarnya secara rutin. Image Anda sebagai debitur harus baik agar proses pengajuan kredit Anda berjalan dengan lancar. Pihak bank biasanya akan melakukan BI checking untuk melihat riwayat kredit Anda secara lengkap.

4. Siapkan Seluruh Dokumen yang Diperlukan

Salah satu tips penting untuk Anda lakukan sebelum mengajukan KPR adalah dengan menyiapkan beberapa dokumen yang diperlukan. Buatlah ceklist yang berisi daftar dokumen yang diperlukan, kemudian tandai semua dokumen yang telah Anda kumpulkan ke dalam sebuah map.

5. Tunjukkan Kinerja Kerja yang Baik

Seperti yang telah disampaikan di awal tadi, bahwa daftar karyawan calon pengaju KPR dipilih oleh perusahaan dengan memperhatikan persyaratan dasar serta kinerja karyawan tersebut. Maka dari itu, jika Anda ingin diperhitungkan sebagai karyawan yang memenuhi syarat untuk mendaftar pengajuan KPR, maka salah satu caranya adalah dengan menunjukkan kinerja yang baik ke perusahaan tempat Anda bekerja.

Tip Rumah

Pastikan agar dokumen Anda siapkan secara lengkap agar proses KPR Anda bisa diterima dan berlangsung dengan baik.

5. Cicilan Ringan Mulai Rp1 Juta, Ini Simulasi KPR untuk Karyawan Kontrak/Outsourcing

Hitunglah besaran cicilan yang perlu Anda keluarkan setiap bulannya. (Foto: Pexels - Mikhail Nilov)
Hitunglah besaran cicilan yang perlu Anda keluarkan setiap bulannya. (Foto: Pexels - Mikhail Nilov)

Hitunglah besaran cicilan yang perlu Anda keluarkan setiap bulannya. (Foto: Pexels - Mikhail Nilov)

Cicilan KPR untuk Karyawan Kontrak dan Outsourcing ini relatif ringan. Sebagai salah satu contoh, inilah simulasi KPR untuk Anda yang menjadi karyawan kontrak maupun outsourcing.

1. KPR Subsidi

Harga rumah : Rp168.000.000

Uang muka 1% : Rp1.680.000

Suku bunga per tahun : 5%

Lama pinjaman : 20 tahun

Angsuran per bulan : Rp1.112.200

Pembayaran pertama

(Angsuran + DP + Total Biaya Bank + Total Biaya Notaris): Rp15.434.600

2. KPR BP2BT

Harga rumah : Rp168.000.000

Uang muka 30% : Rp50.400.000

Suku bunga per tahun : 10%

Lama pinjaman : 20 tahun

Angsuran per bulan : Rp1.151.100

Pembayaran pertama

(Angsuran + DP + Total Biaya Bank + Total Biaya Notaris): Rp61.283.100 (belum dikurangi bantuan yang mencapai Rp40.000.000)

Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa menghitung dan melakukan simulasi kredit rumah dengan menggunakan Kalkulator KPR dari Rumah.com

Semoga dengan membaca artikel ini Anda bisa mendapatkan informasi KPR (Kredit Pemilikan Rumah) untuk karyawan kontrak dan bisa mewujudkan untuk memiliki rumah impian Anda sendiri.

Apakah Anda memiliki rencana untuk pindah rumah? Cek video yang informatif berikut ini untuk mengetahui tips pindah rumah agar berjalan lancar!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel