Panduan Lengkap Beli Rumah Kedua

·Bacaan 9 menit
Panduan Lengkap Beli Rumah Kedua
Panduan Lengkap Beli Rumah Kedua

RumahCom - Beli rumah kedua adalah pengalaman yang sama pentingnya saat persiapan membeli rumah pertama kalinya. Rencana membeli rumah kedua biasanya tercetus ketika rumah mulai terasa sesak akibat penghuninya terus bertambah hingga anak yang semakin bertambah besar, menginginkan lokasi yang lebih strategis, sebagai investasi dan simpanan di masa tua nanti.

Untungnya, Bank Indonesia juga semakin memudahkan rencana ini melalui aturan Loan To Value (LTV) KPR. Dikutip dari Kontan, Bank Indonesia telah melonggarkan Loan To Value untuk pembelian rumah tapak, rumah susun, ruko/rukan kedua, ketiga, dan seterusnya tipe di atas 70 dikenakan FTV/LTV 90% yang artinya minimal DP 10%. Adanya kebijakan tersebut tentu menguntungkan untuk semua pihak.

Dari pemaparan artikel ini, Anda akan mengetahui beberapa hal berikut ini:

  1. Alasan Umum Beli Rumah Kedua

  2. Beli Rumah Kedua untuk Investasi Jangka Panjang

  3. 7 Tips Beli Rumah Kedua

    1. Periksa Kondisi Keuangan

    2. Evaluasi Tujuan Anda

    3. Pertimbangkan Lokasi

    4. Bisa Jadi Aset Produktif

    5. Cari Agen Properti dan Pengembang yang Sesuai dengan Kebutuhan

    6. Antisipasi dengan Skenario Rumah Disewakan

    7. Lebih Unggul dari Rumah Pertama

  4. Beli Rumah Kedua dengan KPR

    1. Cermat Membaca Brosur Properti

    2. Promo Uang Muka

    3. Memahami NUP

    4. Cicilan dan Harga

    5. Kritis Soal Lokasi

    6. Jangan Mudah Percaya

Yuk, langsung saja kita simak panduan lengkap beli rumah kedua di artikel ini!

1. Alasan Umum Beli Rumah Kedua

Investasi beli rumah kedua bisa jadi cadangan aset masa depan. (Foto: Pixabay)
Investasi beli rumah kedua bisa jadi cadangan aset masa depan. (Foto: Pixabay)

Investasi beli rumah kedua bisa jadi cadangan aset masa depan. (Foto: Pixabay)

Jika Anda sudah memiliki rumah dan masih memiliki sedikit uang diinvestasikan, membeli rumah kedua adalah pilihan investasi yang baik. Membeli rumah kedua mungkin tidak sesulit membeli yang pertama. Lebih lanjut, ini memiliki sejumlah keuntungan dalam hal pilihan investasi atau mendapatkan penghasilan rutin melalui sewa bulanan.

Tetapi, sebelum Anda merealisasikan rencana tersebut, Anda harus mempertimbangkan alasan umum yang kuat sebelum membeli rumah. Seperti yang dilansir dari IIFL Finance ada 3 pertimbangan yang harus Anda miliki sebelum mengambil rumah kedua, yaitu tidak memiliki hutang tambahan, punya cukup dana darurat, dan memiliki penghasilan stabil dan tetap.

Baca juga: Waktu Paling Tepat untuk Beli Rumah

Selanjutnya, Anda memiliki cukup dana darurat. Penting bagi Anda untuk memiliki cukup dana darurat dan dana cadangan sebelum Anda berencana untuk membeli rumah kedua. Yang ketiga, Anda memiliki sumber pendapatan yang baik dan stabil. Untuk memelihara dua rumah, penting bagi Anda untuk memiliki sumber pendapatan yang stabil dan baik.

Apabila semua poin alasan umum terpenuhi, Anda dapat membeli rumah kedua tanpa menimbulkan masalah keuangan lebih lanjut.

2. Beli Rumah Kedua untuk Investasi Jangka Panjang

Pastikan membeli rumah kedua agar mendapat keuntungan bukan menambah hutang. (Foto: Pixabay)
Pastikan membeli rumah kedua agar mendapat keuntungan bukan menambah hutang. (Foto: Pixabay)

Pastikan membeli rumah kedua agar mendapat keuntungan bukan menambah hutang. (Foto: Pixabay)

Beli rumah kedua bisa jadi investasi jangka panjang untuk masa depan. Anda bisa memilih untuk menyewakan rumah kedua atau rumah lama Anda. Apabila, rumah berada di lokasi strategis nilai jualnya setiap tahun pasti akan meningkat dengan sendirinya. Ingat, investasi juga berarti Anda harus bersedia dan rutin melakukan perawatan properti.

Dalam berinvestasi Anda membutuhkan modal yang juga besar misalnya untuk biaya pertambahan pajak dan sebagainya. Agar investasinya dapat menguntungkan Anda harus bisa memproyeksikan nilai strategis rumah seperti lokasi dan skema cicilan yang menguntungkan seperti yang dilansir dari The Times Uk. Anda juga harus memperbanyak pengetahuan mengenai rekomendasi properti yang bisa menguntungkan dari portal properti seperti Rumah.com. Simak rekomendasi rumah kedua dengan lokasi strategis di Jakarta Timur dibawah Rp1 miliar.

3. 7 Tips Beli Rumah Kedua

Beli rumah kedua di lokasi strategis dapat meningkat drastis nilainya di kemudian hari. (Foto: David McBee)
Beli rumah kedua di lokasi strategis dapat meningkat drastis nilainya di kemudian hari. (Foto: David McBee)

Beli rumah kedua di lokasi strategis dapat meningkat drastis nilainya di kemudian hari. (Foto: David McBee)

Tidak jauh berbeda seperti saat Anda membeli rumah pertama. Namun saat membeli rumah kedua pastikan pembelian berjalan lancar hingga masa cicilannya selesai, simak tips beli rumah kedua berikut ini.

1) Periksa Kondisi Keuangan

Periksa kondisi keuangan apakah sehat untuk beli rumah kedua. (Foto: Gabby K/Pexels)
Periksa kondisi keuangan apakah sehat untuk beli rumah kedua. (Foto: Gabby K/Pexels)

Periksa kondisi keuangan apakah sehat untuk beli rumah kedua. (Foto: Gabby K/Pexels)

Mengutip dari Homes Independent, Beli rumah kedua sebaiknya ketika kondisi keuangan Anda benar-benar sehat, tak punya beban utang apapun. Pastikan tujuan keuangan yang utama, misalnya dana pendidikan anak, dana darurat, dan dana kebutuhan bulanan sudah terpenuhi. Jangan sampai beli rumah kedua bikin hidup Anda jadi susah dan mengganggu finansial keluarga.

2) Evaluasi Tujuan Anda

Pertimbangkan dengan teliti plus minus beli rumah kedua. (Foto: Lukas/Pexels)
Pertimbangkan dengan teliti plus minus beli rumah kedua. (Foto: Lukas/Pexels)

Pertimbangkan dengan teliti plus minus beli rumah kedua. (Foto: Lukas/Pexels)

Pahami dengan pasti bagaimana Anda akan memanfaatkan rumah kedua sebelum menandatangani kontrak akad jual beli. Membeli rumah kedua harus memiliki rencana yang terarah demi kelangsungan masa depan keluarga dan anak-anak tetap aman. Salah satu aspek yang wajib diperhatikan ketika akan mencicil rumah adalah memahami cara menghitung bunga KPR.

3) Pertimbangkan Lokasi

Jika rumah pertama Anda jauh dari pusat kota, untuk rumah kedua sebaiknya lebih dekat ke pusat kota. Pastikan juga rumah kedua berada di lokasi yang harga jual kembalinya cukup tinggi atau menjanjikan sebagai investasi. Tapi jika niatnya membeli rumah kedua di pinggiran kota dengan lingkungan yang asri, pastikan lingkungan tersebut banyak diincar orang sehingga tetap prospektif.

4) Bisa Jadi Aset Produktif

Ingat, meski harga properti cenderung naik, tapi pertimbangkan juga biaya pemeliharaannya, karena Anda bisa saja rugi. Misal, jika rumah kedua Anda adalah apartemen, ditempati atau tidak tetap saja Anda harus membayar biaya keamanan dan kebersihan lingkungan. Agar biaya pemeliharaan tak menggerus keuangan Anda, buatlah rumah tersebut sebagai aset yang menghasilkan, misalnya disewakan sebagai kamar kos atau kontrakan.

5) Cari Agen Properti dan Pengembang yang Sesuai dengan Kebutuhan

Cari agen profesional yang mengerti kebutuhan Anda. (Foto: energepic/Pexels)
Cari agen profesional yang mengerti kebutuhan Anda. (Foto: energepic/Pexels)

Cari agen profesional yang mengerti kebutuhan Anda. (Foto: energepic/Pexels)

Cari agen properti yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sembarangan memilih agen properti. Usahakan Anda memilih agen yang menurut Anda nyaman untuk diajak diskusi dan memberikan informasi dengan sejelas-jelasnya.

6) Antisipasi dengan Skenario Rumah Disewakan

Untuk menutup biaya beli rumah kedua. Ada potensi besar bagi Anda untuk menyewakan rumah. Untuk mempersiapkannya sediakan dokumen dan cek kondisi rumah agar siap untuk disewakan. Anda juga harus menentukan biaya sewa yang dapat menutup biaya dan menguntungkan di kemudian hari sebagai investasi.

7) Lebih Unggul dari Rumah Pertama

Bila rumah kedua Anda akan dijadikan tempat tinggal, berarti rumah tersebut harus lebih baik segala-galanya dibandingkan rumah pertama. Misal lebih luas, lingkungannya lebih aman dan nyaman, lebih dekat dengan rumah sakit, sekolah, dan tempat belanja. Pastikan di rumah kedua ini dapat mendukung kehidupan Anda dan keluarga menjadi semakin dekat dan hangat.

4. Beli Rumah Kedua dengan KPR

Beli rumah dengan KPR butuh banyak perhitungan detail. (Foto: Andrew Wilus/Pexels)
Beli rumah dengan KPR butuh banyak perhitungan detail. (Foto: Andrew Wilus/Pexels)

Beli rumah dengan KPR butuh banyak perhitungan detail. (Foto: Andrew Wilus/Pexels)

Keinginan investasi beli rumah kedua seringkali terganjal KPR rumah pertama yang belum lunas. Lantas, bagaimana jika ternyata cicilan KPR rumah pertama belum lunas? berikut langkah yang dapat dilakukan saat beli rumah kedua meski cicilan rumah pertama belum lunas berikut ini:

  • Tunda keinginan membeli rumah kedua sampai KPR pertama lunas sehingga Anda bisa mengajukan KPR baru atau tabungan Anda mencukupi untuk melunasi rumah pertama atau untuk membeli rumah kedua secara tunai.

  • Mengajukan top-up kepada bank pemberi KPR, sehingga Anda mendapatkan sisa dana yang cukup dari persetujuan top-up tersebut untuk dibelikan rumah baru. Tentu saja rumah baru tersebut nilainya akan jauh lebih kecil dibandingkan rumah pertama jika Anda membelinya dengan mengandalkan dana dari plafon top-up.

  • Mengumpulkan dana patungan bersama pasangan, teman, atau saudara sehingga bisa membeli rumah secara tunai atau tunai bertahap. Jika tujuannya untuk investasi, maka setelah lunas rumah tersebut bisa dijual dan hasilnya bisa dibagi bersama.

  • Untuk mudahnya, manfaatkan juga jasa agen properti profesional yang ada di Rumah.com yang akan membantu transaksi pembelian rumah Anda.

Selanjutnya, tips lengkap beli rumah kedua dengan KPR adalah sebagai berikut:

1) Cermat Membaca Brosur Properti

Brosur rumah sering terlihat menarik tapi jauh dari kenyataan. (Foto: Binyamin Mellish/Pexels)
Brosur rumah sering terlihat menarik tapi jauh dari kenyataan. (Foto: Binyamin Mellish/Pexels)

Brosur rumah sering terlihat menarik tapi jauh dari kenyataan. (Foto: Binyamin Mellish/Pexels)

Saat mau membeli rumah, baik rumah pertama atau kedua, tentu brosur properti menjadi salah satu media yang jadi sumber informasi. Umumnya, dalam brosur properti ditulis perbandingan lokasi, harga, sampai dengan fasilitas yang tersedia baik di dalam area residensial atau di sekitarnya. Jangan sepelekan hal ini sebab, seperti yang kita ketahui, brosur properti sering menggunakan bahasa marketing yang kerap kali sulit dimengerti hingga bisa mengecoh.

Untuk Anda yang hendak membeli rumah kedua, proses mencari informasi selengkap-lengkapnya menjadi penting agar hunian yang didapatkan sesuai dengan harapan.

2) Promo Uang Muka

Kritis mengenai informasi pasaran uang muka di pasar sangat diperlukan. (Foto: Liza Summer)
Kritis mengenai informasi pasaran uang muka di pasar sangat diperlukan. (Foto: Liza Summer)

Kritis mengenai informasi pasaran uang muka di pasar sangat diperlukan. (Foto: Liza Summer)

Seperti yang telah diketahui, sebelum mengajukan KPR, pembeli wajib menyerahkan DP atau uang muka yang besarannya bisa sampai 30 persen. Untuk meringankan bobot

pembayaran tersebut, pengembang sering menawarkan promo uang muka mulai dari 10 persen sampai dengan promo “tanpa DP”. Untuk memahami skema promo uang muka ini, untuk amannya Anda harus bertanya langsung dengan bagian staf marketing.

3) Memahami NUP

NUP (Nomor Urut Pembelian) didapatkan dari pembeli potensial dengan membayar sejumlah uang. Biasanya, seminggu atau tiga hari menjelang peluncuran, pembeli potensial sudah mendapatkan NUP tersebut. Berbeda dengan booking fee, NUP biasanya bersifat refundable atau bisa dikembalikan jika batal membeli. Jumlahnya juga ringan mulai dari Rp1 juta sesuai dengan kebijakan pengembang.

Penjelasan NUP dan Bedanya dengan Booking Fee
Penjelasan NUP dan Bedanya dengan Booking Fee

Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya

Penjelasan NUP dan Bedanya dengan Booking Fee

4) Cicilan dan Harga

Hal pertama yang harus Anda waspadai adalah penulisan kata dengan akhiran "an" yang menjelaskan nominal harga. Semisal “Apartemen strategis harga Rp200 jutaan”, atau “Cicilan perbulan hanya Rp2 jutaan.” Faktanya, apartemen tersebut bisa jadi memiliki harga Rp295 juta atau cicilan perbulannya mencapai Rp2,9 juta. Jadi jangan terburu nafsu dan pastikan dengan mengajukan pertanyaan dan riset kembali.

5) Kritis Soal Lokasi

Cek akses lokasi dengan Google Map. (Foto: Pixabay)
Cek akses lokasi dengan Google Map. (Foto: Pixabay)

Cek akses lokasi dengan Google Map. (Foto: Pixabay)

Bahasa marketing “Hanya 5 menit dari pintu tol”, perlu Anda buktikan kebenarannya dengan melakukan double check. Pelajari apakah daerah tersebut kerap mengalami kepadatan lalu lintas di jam-jam sibuk, atau selalu lengang dan lancar? Jika tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi atau bertanya kepada warga lokal di sekitarnya, Anda juga bisa mengecek jarak dan waktu tempuh melalui Google Maps.

Tip Rumah

Pelajari pasar saat beli rumah kedua. Anda harus bisa menentukan pasar di area rumah kedua apakah untuk rumah tinggal atau sebagian besar untuk usaha atau investasi.

6) Jangan Mudah Percaya

Sebagai salah satu alat pemasaran, brosur tidak menjelaskan banyak hal secara terperinci. Beberapa diantaranya bahkan ada yang mencantumkan promosi seperti diskon, bonus, atau pemberian gratis namun luput dari penjelasan syarat dan ketentuan. Ilustrasi artistik juga tidak selalu persis dengan aslinya. Jika tertera jaminan ROI (Return of Investment) atau kembali modal, Anda juga perlu meminta perhitungan yang rinci.

Itulah beberapa tips beli rumah kedua yang bisa Anda ikuti. Mudah-mudahan Anda bisa menemukan lokasi yang strategis dan prospektif agar rumah kedua ini bisa jadi sumber investasi yang menguntungkan.

Agar lebih lengkap cek video tips beli rumah kedua. Langsung saja simak ulasan lengkapnya lewat video di bawah ini, ya.

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya