Panduan Lengkap Tata Cara Sholat Tasbih Beserta Ulasan Keistimewaannya Menurut Hadis

Fimela.com, Jakarta Salah satu kewajiban umat islam adalah melaksanakan sholat. Walaupun termasuk ibadah wajib, sayangnya masih banyak umat muslim yang melalaikannya dengan alasan malas hingga lupa. Padahal sholat merupakan ibadah yang sangat penting dan dilakukan sehari-hari. Bagi umat islam, sholat diibaratkan seperti tiang agama, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Sholat adalah tiang agama. Barang siapa yang menegakkan shalat,maka berarti ia menegakkan agama, dan barang siapa yang meninggalkan shalat berarti ia merobohkan agama”. (HR. Bukhari Muslim).

Melalui hadis tersebut, kita hendaknya memahami bahwa ibadah sholat merupakan cara umat muslim untuk menegakkan agama. Selain menegakkan agama, sholat juga merupakan salah satu cara mendapatkan ketenangan dan kemudahan di dunia. Maka dari itu, orang-orang bertakwa sering mengumpamakan sholat sebagai suatu kebutuhan agar kita senantiasa membutuhkan dan menjalankannya.

Sholat sendiri ada yang hukumnya waib seperti shola lima waktu dan ada juga yang hukumnya sunnah seperti, sholat dhuha, sholat tahajud, dan sholat tasbih, dan lain-lain. Dhuha dan tahajud merupakan dua sholat sunnah yang banyak dikenal dan sering dikerjakan umat muslim.

Namun tahukah kamu bahwa sholat tasbih juga merupakan sholat sunnah yang memiliki keistimewaan dan manfaat bagi seorang muslim. Jika kamu ingin mengetahuinya lebih jelas, simak artikel berikut ini. Fimela.com akan membagikan informasi panduan lengkap tata cara sholat tasbih beserta ulasan keistimewaannya menurut hadis.

Tata Cara Sholat Tasbih

Ilustrasi Sholat Tasbih Credit: shutterstock.com

Pada ulasan kali ini akan dipaparkan panduan lengkap tata cara sholat tasbih. Dalam tata cara sholat tasbih, sholat dikerjakan dalam dua rakaat. Menurut Hadist Riwayat Abu Dawud, Rasulullah SAW menerangkan setidaknya terdapat 300 kalimat atau bacaan tasbih yang dibaca selama melaksanakan dua rakaat sholat tasbih.

Dalam setiap satu rakaat, terdapat 15 bacaan tasbih saat berdiri, 10 kali bacaan tasbih saat rukuk, 10 kali bacaan tasbih Itidal, 10 kali bacaan tasbih saat sujud (dikali 2 sujud jadi 20) , 10 kali bacaan tasbih di antara dua sujud, dan 10 bacaan tasbih saat tasyahud akhir.

Jadi dalam satu rakaat telah membaca total 75 kalimat tasbih, yang kemudian dilakukan kembali pada rakaat kedua. Berikut tata cara sholat tasbih:

  • Membaca Niat

Pada siang hari (4 rakaan dengan satu salam), berikut niat sholat tasbih:

Ushalli sunnatat tasbihi rak'ataini lillahi ta'ala

Artinya : Aku niat sholat tasbih empat rakaat karena Allah Ta'ala."

Pada malam hari (4 rakaan dua salam)

Usholli sunnatat tasbihi rak'ataini lillahi ta'ala

Artinya : Aku niat sholat tasbih dua rakaat karena Allah Ta'ala."

  • Takbiratul Ihram

Setelah membaca surat Al-Qur'an, diteruskan dengan membaca tasbih sebanyak 15 kali seperti di bawah ini:

Subhanallah, Walhamdulillah, walaa ilaaha illa allah, wallahu akbar

Artinya : Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

  • Membaca doa Iftitah

Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

  • Membaca doa Al Fatihah

Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

  • Membaca Surat Al Quran

Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

  • Rukuk dengan membaca bacaan rukuk

Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

  •  Itidal dengan membaca bacaan Itidal

Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

  •  Sujud dengan membaca bacaan sujud

Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

  • Duduk di antara dua sujud dengan bacaannya

Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

  • Sujud kedua kali

Dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak 10 kali

  • Berdiri mengerjakan rakaat kedua

Tetap mengulangi bacaan seperti yang dilakukan pada rakaat pertama

  • Duduk Tasyhud Akhir

Pada saat duduk tasyahud akhir, membaca tasbih dilakukan terlebih dahulu sebelum membaca doa tasyahud akhir sebanyak 10 kali.

  •  Salam

 

Keistimewaan Sholat Tasbih Menurut Hadis

Ilustrasi Sholat Tasbih Credit: shutterstock.com

Dibanding sholat sunnah yang lain, shalat tasbih memang tidak begitu diketahui oleh umat muslim. Bahkan beberapa menganggap bahwa sholat sunnah ini termasuk bid’ah. Padahal, sholat tasbih sendiri dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan perintah sholat tasbih sendiri dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Selain mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, sholat tasbih juga memiliki beberapa keistimewaan yang dapat menjadi bekal di akhirat nanti. Berikut beberapa keistimewaan sholat tasbih:

Menghapus Dosa

Keistimewaan sholat tasbih yang pertama yakni, dapat menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan, baik dilakukan dengan sengaja ataupun tidak disengaja. Seperti sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Jika engkau melakukannya, Allah mengampuni dosamu: dosa yang awal dan yang akhir, dosa yang lama dan yang baru, dosa yang tidak disengaja dan yang disengaja, dosa yang kecil dan yang besar, dosa yang rahasia dan terang-terangan, sepuluh macam (dosa).”

Menambah Timbangan Amal

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa mengerjakan sholat tasbih menjadi bekal amalan sholeh untuk di akhirat nanti karena dengan mendirikannya, kamu bisa menambah timbangan amal baik. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Ada dua kalimat yang keduanya ringan diucapkan di lidah namun memberatkan timbangan amal dan keduanya disukai oleh Allah SWT, yaitu: Subhanallahi wa bi hamdihi subhanallahil azhim”(HR. Bukhari dan Muslim).

Diberi Kemudahan dalam Menghadapi Cobaan

Bagi kamu yang sedang mengalami musibah atau cobaan, dirikanlah sholat tasbih karena dengan mengerjakannya, Allah SWT akan memberikanmu jalan keluar dan kemudahan dalam menghadapinya.

Sholat tasbih juga akan membuat kamu lebih tenang dalam melewati setiap cobaan karena kamu tahu bahwa Allah SWT bersamamu dan mendengar setiap keluh kesah yang kamu sampaikan dalam doa saat mengerjakan sholat tasbih.

Nabi Muhammad SAW sendiri pernah memberi saran kepada pamannya Abbas bin Abdul Muththalib untuk melakukan sholat tasbih meski hanya sekali seumur hidup.