Panduan Merawat Kaki Penderita Diabetes di Rumah

Adinda Permatasari
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penderita diabetes rentan mengalami luka. Seringkali, pasien yang sudah mengalami kerusakan saraf sulit merasakan sakit sehingga tidak menyadari ada luka di kakinya.

Karenanya, penting untuk selalu memeriksakan kaki pada pasien diabetes. Pemeriksaan kaki ini dilakukan secara mandiri oleh pasien di rumah secara rutin. Sebelumnya, dalam perawatan kaki diabetes di bagi menjadi dua kategori, yaitu merawat kaki yang belum luka dan sudah luka.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD menjelaskan, untuk merawat kaki pasien diabetes yang belum mengalami luka diperlukan alat-alat seperti cermin, pelembap dan gunting kuku.

Baca juga: Kenali Diabetes dari 6 Perubahan di Kulit Ini

"Sebagai langkah awal, bersihkan kaki setiap hari. Bersihkan dengan air mengalir, bisa dengan air hangat atau dingin. Bersihkan dengan sabun setelah itu keringkan dengan handuk sampai benar-benar kering," jelasnya dalam program Hidup Sehat tvOne, Jumat, 13 November 2020.

Setelah kaki kering, lalu oleskan pelembap di seluruh kaki. Tapi, hindari penggunaan pelembap di bagian sela-sela kaki karena bagian itu sudah lembap.

Kemudian, minta pasien diabetes untuk memeriksa kaki dan lihat apakah ada bagian yang bengkak, luka, berdarah, kemerahan, nyeri atau tidak. Lalu, periksa juga bagian telapak kaki menggunakan cermin.

"Nanti akan terlihat daerah telapak kaki apakah ada luka kemerahan atau tidak, kapalan atau tidak, kalau ada segera lakukan perawatan khusus," lanjut Wisman.

Pada pasien diabetes yang belum mengalami luka, lakukan langkah pencegahan dengan memotong kuku. Memotong kuku harus dilakukan dengan hati-hati dan potong kuku jangan terlalu pendek, sisakan sekitar 1-2 mm. Sehingga tidak mengenai daging dan ujung kuku harus dipotong agar tidak tajam.

Sedangkan, untuk merawat pasien diabetes yang kakinya ada luka diperlukan alat seperti kasa steril yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran luka, cairan infus dan gunting bila diperlukan. Sediakan juga sarung tangan yang bersih.

Langkah awal, ambil kasa steril kemudian basahi dengan cairan infus hingga benar-benar basah seluruhnya. Kasa sebaiknya jangan terlalu tebal atau tipis, gunakan sekitar empat lapis kasa.

Baca juga: Ada Anggota Keluarga yang Menderita Diabetes, Begini Cara Merawatnya

Setelah itu, tempelkan pada luka dan kompres selama 30 menit sampai 1 jam. Setelah itu, luka boleh ditutup lagi dengan kasa yang dibasahi cairan infus lalu diplester.

"Yang paling penting adalah luka diabetes sangat mudah terinfeksi dibandingkan luka tidak diabetes, jadi perawatan ini hanya dilakukan sementara. Setelah itu, lanjutkan perawatan ke dokter," ujar Wisman.