Panduan Naik Motor Biar Puasa Enggak Batal

Yunisa Herawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jalan raya menjadi salah satu tempat di mana orang banyak meluapkan emosi mereka. Hal ini tidak hanya dilakukan pengendara motor saja, namun juga pengemudi mobil.

Saat bulan puasa, umumnya para pengguna kendaraan berusaha meredam amarah dan memilih untuk bersabar. Namun, bukan manusia jika terkadang lupa dan tidak bisa menahan emosi.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi konsentrasi dan emosi saat berkendara, mulai dari perubahan jam tidur, jam makan, hingga perilaku pengguna jalan.

Para pengendara sepeda motor pun perlu ekstra kendali diri saat melintas di jalan, agar selamat dalam berkendara dan ibadah tetap lancar.

“Sangat penting untuk selalu menjaga kondisi tubuh yang fit selama berpuasa dan selalu utamakan keselamatan dalam berkendara,” ujar Safety Riding Manager PT Astra Honda Motor, Johanes Lucky melalui keterangan resmi, dikutip VIVA Otomotif Rabu 14 April 2021.

Berikut beberapa tips saat berkendara selama melaksanakan ibadah puasa, agar tetap dalam kondisi prima dan juga aman:

1. Rencanakan perjalanan
Rencanakan perjalanan untuk mendapatkan rute dan waktu yang tepat, sehingga dapat terhindar dari kemacetan dan emosi tetap terkontrol.

2. Istirahat yang cukup
Atur ulang waktu tidur untuk memastikan cukup istirahat. Berhenti sebentar usai satu sampai dua jam berkendara. Apabila rasa kantuk menyerang atau konsentrasi sudah menurun, segeralah beristirahat.

3. Atur asupan makanan
Tambahkan asupan bernutrisi tinggi seperti mengkonsumsi sayur, buah, vitamin dan memperbanyak minum air putih guna mencegah dehidrasi tubuh saat berkendara sehingga konsentrasi tetap terjaga.

4. Pemanasan sebelum berkendara
Selain meningkatkan respons saat berkendara, pemanasan dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi kesiapan fisik untuk berkendara.

5. Fokus berkendara
Fokuskan energi untuk berkendara saat berkendara, sehingga konsentrasi dapat tetap terjaga dan berkendara aman.

6. Berpikir positif
Berpikir positif akan membantu dalam mengelola emosi sehingga konsentrasi berkendara etap terjaga.

7. Prediksi bahaya
Dengan melakukan prediksi bahaya, kita dapat mengantisipasi perubahan perilaku pengguna jalan. Misalnya, pengendara yang tergesa-gesa menjelang waktu berbuka puasa.