Panelis NU Jaktim Rekomendasikan Gus Jazil Calon Ketua PWNU DKI

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Timur menghelat rapat panelis untuk menyeleksi bakal calon Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta. Muncul nama Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid sebagai kandidat dengan suara terbanyak.

Dalam voting tertutup yang digelar di Pondok Pesantren Al Hamid Cilangkap, Cipayung, Senin malam, 29 Maret 2021, Gus Jazil sapaan akrab Jazilul meraih lima suara. Sementara, dua pesaingnya yaitu Samsul Ma'arif meraih dua suara, dan Sekda DKI Marullah Matali juga dapat dua suara.

Hasil tersebut, nama Gus Jazil akan direkomendasikan dipilih dalam Konferensi Wilayah XX PWNU DKI Jakarta, pada 2-4 April 2021.

"Dengan demikian, Jazilul Fawaid yang akan direkomendasikan sebagai calon Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta oleh PCNU Jaktim pada Konferensi Wilayah XX PWNU DKI Jakarta," ujar Wakil Ketua PCNU Jaktim Amirudin dalam keterangannya.

Sebelum voting, para panelis PCNU Jaktim menyampaikan pandangan terkait para kandidat bakal calon Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta. Kemudian, setelah memberikan pandangan, para panelis tentukan pilihan bakal calon Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta dengan voting tertutup.

Amirudin menjelaskan, para panelis dalam pandangannya menyampaikan secara objektif. Bahkan, sempat alot karena panelis saling adu argumen.

"Karena terlihat keras maka penentuan bakal calon Ketua PWNU DKI Jakarta para panelis memasukan nama para kandidat ke sebuah amplop putih yang satu sama lainnya tidak mengetahui pilihannya," jelas Amirudin.

Selanjutnya, dari hasil voting tertutup tersebut dikumpulkan kemudian diberikan kepada Ketua PCNU Jaktim Gus Azaz Rulyaqien untuk dihitung. "Perhitungan dimulai ditulis di whiteboard supaya para panelis mengetahui hasil pilihan,” jelas Amirudin.

Sementara, panelis lain yaitu Wakil Ketua PCNU Jaktim Dwi Sugiarto menambahkan, pembentukan tim panelis sebagai budaya baru untuk menentukan keputusan strategis. Cara ini juga untuk menekan potensi salah paham antara pengurus.

"Yang mana keputusan diambil berdasarkan hearing langsung dari para bakal calon yang hadir langsung di hadapan para panelis, sehingga pemahaman langsung masing-masing lebih rasional," jelas Dwi.

Kemudian, ia menekankan, untuk NU DKI diperlukan figur pimpinan dan pengurus yang siap berkhitmah secara maksimal. Tujuannya untuk mengakomodir semua unsur NU secara kultural dan struktural.

Sementara itu, Ketua PCNU Jaktim Gus Azaz Rulyaqien menyampaikan adanya panelis membuka ruang diskusi dengan para calon ketua PWNU DKI Jakarta.

"Walau dalam rapat panelis masing-masing panelis menyampaikan pandangannya, sempat terjadi diskusi yang cukup alot dan dinamis dalam rapat pleno tersebut,” tutur Gus Azaz.

Ia berharap nanti siapapun yang terpilih sebagai Ketua PWNU DKI bisa berkontribusi optimal memajukan NU DKI. “Bisa melayani dan memajukan NU di DKI serta mengayomi semua PCNU se-Jakarta,” sebutnya.

Adapun dalam rapat ini, para panelis yaitu Azaz Rulyaqien (Ketua), Syarif Cakhyono (Sekretaris), Amirudin (Wakil Ketua), Ridwan Abdiwibowo (Wakil Ketua), Mubtadi Faisal (Wakil Ketua), Tonny Fathoni RS (Wakil Ketua), Dwi Sugiarto (Wakil Ketua), Danail Al Haz (Wakil Sekretaris), dan Afta Ma'arif (Wakil Ketua).

Untuk figur bakal calon Ketua Tanfidziyah PWNU DKI yang hadir dan sudah berdialog dengan para panelis di antaranya adalah, Nusron Wahid, Samsul Ma'arif, Jazilul Fawaid, Marullah Matali, Zainal Arifin Naim, Habib Salim bin Jindan, Achmad Fauzan Harun, Tatang Hidayat dan Syarif.