Panen Raya di Jateng, Harga Gabah Anjlok Rp3.600 per Kilogram

Lis Yuliawati, antv/tvOne
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah daerah di Jawa Tengah saat ini telah memasuki panen raya. Namun para petani mengeluhkan harga jual gabah basah yang anjlok. Di Kabupaten Kendal harga gabah basah bahkan merosot hingga Rp3.600 per kilogram. Padahal pada panen sebelumnya, harga per kilogram mencapai Rp4.300.

Anjloknya harga gabah basah membuat petani kesulitan. Hal itu karena harga jual tidak sebanding dengan biaya produksi.

"Bingung mas, karena kualitasnya juga sama dibanding hasil panen sebelumnya, tapi ini bisa merosot sampai segitu harganya," kata Muslim (40), petani asal Desa Sijeruk, Kecamatan Kendal.

Ia menambahkan, kemungkinan karena panen saat ini bersamaan di beberapa tempat sehingga stok melimpah sehingga mempengaruhi harga.

"Banyak yang lagi panen, mau gak mau harganya ngikuti, sekarang jadi 3.600 per kilonya," kata Muslim.

Petani mengaku pasrah. Mereka sudah berhitung dengan harga gabah basah Rp3.600 per kilogram, sulit untuk bisa mengembalikan modal produksi.

"Untuk biaya perawatan. Pupuk subsidi juga dijatah, sehingga kekurangannya beli pupuk nonsubdisi," ujarnya.

Hal yang juga membuat petani galau adalah, meski harga gabah basah di tingkat petani anjlok, harga beras di pasaran tetap stabil atau bahkan naik.

Meski panen raya padi yang saat ini berlangsung, dan membuat stok beras meningkat, pemerintah pusat berencana mengimpor beras. Hal ini memicu kritik, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yang wilayahnya sekarang sedang panen raya dan diprediksi surplus beras.

Menurutnya, pemerintah pusat memaksakan impor beras, bisa berdampak pada berkurangnya beras petani yang terserap.

Ganjar meminta pemerintah pusat memperhitungkan dengan matang rencana impor beras dalam waktu dekat. Sebab saat ini, para petani di Indonesia termasuk di Jawa Tengah sudah mulai memasuki musim panen.

"Ini petani kita lagi mulai panen, maka petani butuh perhatian agar hasil panennya betul-betul bisa terbeli, karena ongkos produksinya kemarin tidak murah," kata Ganjar.