Pangdam Brawijaya tinjau kelayakan hotel karantina di Surabaya

·Bacaan 2 menit

Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto bersama beberapa pejabat Forkopimda setempat meninjau kelayakan tempat karantina di sejumlah hotel di Surabaya, Sabtu.

"Peninjauan dilakukan ke lokasi yang dijadikan karantina mandiri bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba," ujar Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra, kepada wartawan di Surabaya.

Beberapa hotel tersebut berada di kawasan Jalan Gubeng, Jalan Tegalsari, Jalan Embong Malang dan lainnya.

Pangdam, kata dia, juga sempat masuk ke kamar-kamar yang nantinya digunakan lokasi karantina, sekaligus memastikan kelayakan untuk digunakan.

Baca juga: Kapolri meninjau tahapan pemeriksaan PPI hingga masuk karantina

Baca juga: Menkes pastikan antrean di bandara untuk karantina dibuat cepat

Letkol Kusdi menambahkan pelaksanaan karantina itu nantinya berjalan selama kurun waktu 10 hari dan diimbau sterilisasi serta kenyamanan tempat karantina harus betul-betul diutamakan.

Selain itu, petugas dari hotel juga diwajibkan mengedepankan protokol kesehatan ketat demi kelancaran proses karantina.

Beberapa fasilitas protokol kesehatan, lanjut dia, juga sudah mulai disediakan di setiap area hotel, salah satunya alat pelindung diri (APD).

"Pengunjung tidak boleh masuk. Tempat itu sudah diblok dan hanya bisa diakses oleh petugas menggunakan APD lengkap," kata Kapendam.

Sebelumnya, pada 31 Desember 2021, Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Suharyanto telah memastikan kesiapan Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo.

Bandara Juanda ditetapkan sebagai salah satu pintu masuk kedatangan internasional dengan telah tersedia 1.900 tempat tidur untuk keperluan karantina.

Baca juga: Kapolri minta pengawasan karantina PPI diperketat

Baca juga: Kasatgas COVID-19 pastikan karantina luar negeri sesuai aturan

Mantan Pangdam V/Brawijaya itu meninjau kesiapan karantina Surabaya bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan didampingi Gubernur Jawa Timur Kofiffah Indar Parawansa.

Ribuan tempat tidur itu terbagi di tiga tempat untuk karantina terpusat bagi pekerja migran Indonesia (PMI), pelajar, dan aparat sipil negara serta sejumlah hotel untuk pelaku perjalanan umum.

Khusus karantina terpadu telah tersedia di beberapa tempat, antara lain Asrama Haji Sukolilo, Balai Diklat Kementerian Agama, Lembaga Penguji Mutu Pendidikan serta sejumlah hotel.

Dengan dibukanya Bandara Juanda Surabaya, maka terdapat empat pintu kedatangan internasional saat ini bersama dengan Soekarno Hatta di Jakarta, Ngurah Rai di Bali dan Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara.

Baca juga: Satgas COVID-19 Bali kawal wisman dari bandara hingga hotel

Baca juga: Soekarno-Hatta siapkan lima hari karantina penerbangan internasional

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel