Pangdam II/Sriwijaya beri bantuan susu anak stunting dan yatim piatu

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Hilman Hadi saat melakukan kunjungan kerjanya ke tanah kelahirannya Jambi, Rabu (14/9) 2022 di Markas Korem 042/Garuda Putih memberikan bantuan kepada 50 perwakilan anak penderita stunting di Kota Jambi dan juga memberikan 50 paket tali asih atau bantuan perlengkapan belajar kepada anak yatim piatu.

Pemberian bantuan paket untuk anak-anak korban stunting di Kota Jambi itu dilakukan Pangdam II Mayjen TNI Hilman Hadi didampingi istri serta Danrem Brigjen TNI Supriono
di Balai Prajurit Makorem 042/Gapu.

Paket bantuan itu berisikan kebutuhan anak untuk meningkatkan gizi mereka dan bantuan paket susu dan bahan pokok untuk stunting diterima secara simbolis oleh lima anak dan orang tuanya.

Pangdam alam sambutannya mengatakan, bahwa Kasad beberapa waktu lalu sudah menjadi bapak asuh anak penderita stunting maka pada Pangdam, Danrem dan Dandim dan jajarannya juga harus menjadi bapak asuh untuk stunting di wilayahnya masing-masing, karena upaya ini merupakan salah satu upaya dari TNI dalam mendukung program pemerintah terhadap pencegahan stunting.

Program menjadi bapak asuh anak korban stunting oleh pimpinan TNI, katanya, adalah salah satu upaya mendukung program pemerintah dalam mencegah stunting.

"Pemberian bantuan atau santunan itu adalah cara TNI dalam membantu pemerintah mengurangi angka stunting di daerah dan program ini akan terus dilanjutkan atau tidak hanya untuk jangka pendek tetapi harus sampai jangka panjang," kata Hilman Hadi.

Paket bantuan untuk korban stunting diantaranya berupa bahan pokok dan ditambah susu untuk meningkatkan gizi anak korban stunting yang diberikan kepada orang tuanya dan bantuan itu akan terus berlanjut untuk kedepannya.

Sebelumnya beberapa waktu lalu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengukuhkan Komandan Korem 042/Gapu Brigjen TNI Supriono dan para Komandan Kodim didi Jambi menjadi "Bapak Asuh Anak Stunting".

Pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN RI, Dr Bonivasius Prasetya Inchtiarto, secara simbolik menyematkan selendang Duta Bapak Asuh Anak Stunting kepada Danrem Brigjen TNI Supriono, sekaligus menandai dimulainya program Bapak Asuh Anak Stunting yang digagas oleh BKKBN di Provinsi Jambi.

Usai dikukuhkan, Danrem 042/Gapu langsung memerintahkan jajaran Kodim untuk mendukung penuh program percepatan pencegahan dan penanganan stunting.

"Saya akan minta laporan secara signifikan per Koramil, per Kodim, bagaimana upaya-upaya peningkatan, baik upaya internal melalukan penanaman lahan-lahan yang non produktif menjadi produktif, kemudian hasilnya kita berikan kepada masyarakat dan upaya eksternal membantu pemerintah yaitu BKKBN menyelesaikan program-program pemerintah, sehingga diharapkan tidak ada lagi anak-anak stunting," kata Danrem Brigjen TNI Supriono.

Pencegahan stunting bisa dimulai sedini mungkin atau sebelum melakukan pernikahan dan persoalan stunting pada anak bukanlah persoalan bangsa di masa sekarang saja melainkan menyangkut masa depan kita, karena anak-anak adalah asset bangsa dan generasi penerus masa depan bangsa.

Upaya penanganannya pun tidak bisa hanya dilakukan oleh satu lembaga saja, atau hanya dari unsur pemerintah saja, akan tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, desa maupun kelurahan, akademisi, media, swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan mitra pembangunan.

Danrem mengatakan, dengan telah dikeluarkannya Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2022, harus fokus perhatian pada stunting dan dalam aturan ini pula ada sebuah semangat kebersamaan yaitu semangat gotong royong dan semangat ini pula telah dilaksanakan oleh Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, seorang tokoh publik yang memiliki antusias tinggi untuk mendukung program penurunan stunting .

Berdasarkan hasil SSGI tahun 2021, angka prevalensi stunting di Provinsi Jambi yaitu 22,4 persen atau target prevalensi stunting tahun 2024 yaitu sebesar 14 persen sedangkan target prevalensi stunting Provinsi Jambi yaitu sebesar 12 persen dan dengan adanya program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) maka akan diharapkan angka stunting dapat ditekan, karena Bapak Asuh inilah yang akan memberikan bantuan secara berkelanjutan yaitu minimal selama enam bulan, maka enam bulan ke depan dipantau bagaimana tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca juga: Untuk cegah karhutla, Pangdam minta Sumsel-Jambi selalu koordinasi

Baca juga: Pangdam II/Sriwijaya minta prajurit netral pada Pilkada di Jambi

Baca juga: Kawasan terpadu Suku Anak Dalam diserahkan TNI ke Pemkab Sarolangun

Baca juga: Pangdam II sesalkan tindakan anarkis SMB terhadap Satgas Karhutla