Pangdam Jaya Garang ke FPI, Giring Dukung Penuh

Syahrul Ansyari, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha Djumaryo mendukung sikap tegas yang ditunjukkan Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurrachman terhadap Front Pembela Islam (FPI) dan imam besarnya, Habib Rizieq Shihab (HRS). Menurut Giring, itu senada dengan semangat PSI yang menolak sikap-sikap intoleransi.

HRS jadi sorotan setelah ia pulang dari Arab Saudi ke Indonesia. Ribuan pengikutnya menyambut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sehingga cenderung mengabaikan protokol kesehatan COVID-19.

Baca juga: Kritik Pangdam Jaya, FPI: Lucu TNI Urusi Ormas

Begitu pula saat ia mengadakan kegiatan Maulid Nabi dan nikahan anaknya di Petamburan. Pernyataan HRS di sebuah acara juga dinilai provokatif.

Pangdam Jaya Mayjen Dudung pun lantas menunjukkan ketegasannya. Ia memulai dengan menurunkan baliho-baliho penyambutan HRS yang bertebaran di Jakarta.

"Kita dukung penuh keputusan Pangdam Jaya," kata Giring di kantor DPD PSI Surabaya di Jalan Raya Bubutan pada Jumat, 20 November 2020.

Mantan personel grup band Nidji itu mengatakan, saat ini Indonesia dan dunia masih dalam situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19. Berbulan-bulan warga menahan diri tidak keluar rumah dan bahkan ada yang tidak bisa melakukan kegiatan usaha demi hanya untuk turut serta menjaga ketertiban dan angka kasus COVID-19 bisa ditekan.

"Oleh karena itu kita dukung penuh keputusan Pangdam Jaya. Siapa pun yang mengganggu ketertiban dan juga keamanan, apalagi selama pandemi COVID-19 ini," ujar Giring.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman marah terhadap aktivitas FPI yang diduga memasang baliho Habib Rizieq di sejumlah titik lokasi Jakarta. Dudung menyampaikan demikian kepada awak media di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 20 November 2020.

Awalnya Dudung menjawab pertanyaan wartawan soal video viral di media sosial yaitu sejumlah orang berseragam TNI menurunkan baliho Habib Rizieq. Ia tak menampik yang melakukan aksi itu adalah prajurit TNI berdasarkan perintahnya.

"Ada (orang) berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq itu perintah saya," ujar Dudung.

Ia menekankan prajurit TNI dikerahkan karena awalnya petugas satpol PP diterjunkan. Namun, diduga anggota FPI kembali memasang baliho-baliho tersebut.

Dudung menegaskan pihaknya tak segan mengambil tindakan jika FPI masih berani memasang baliho atau spanduk yang tidak sesuai aturan.

Menurut dia, aparat TNI akan bergerak jika ada ajakan atau provokasi yang mengganggu keamanan negara. Ia dengan geram jika masih tak bisa diatur maka FPI sebaiknya dibubarkan.

"Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja! Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur suka-sukanya sendiri, saya katakan itu perintah saya," ujarnya.