Pangdam Jaya imbau unjuk rasa harga BBM dilakukan dengan tertib

Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayor Jenderal TNI Untung Budiharto, mengimbau kepada masyarakat yang melakukan unjuk rasa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar dilakukan dengan tertib.

Untung mengatakan Kodam Jaya akan melakukan upaya pengamanan aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat terkait pengalihan subsidi BBM tersebut agar berjalan lancar dan tertib.

"Kita akan mengamankan unjuk rasa ini tapi laksanakan dengan sebaik-baiknya untuk menjaga Jakarta tetap aman," kata Untung Budiharto di Jakarta, Kamis.

Untung menilai unjuk rasa yang sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir telah berjalan dengan lancar dan kondusif tanpa ada gangguan keamanan berarti.

Pangdam berpandangan eskalasi massa pendemo dalam jumlah besar yang menggelar aksi di beberapa titik wilayah DKI Jakarta menunjukkan kesadaran masyarakat begitu tinggi untuk melakukan penyampaian pendapat dengan aman dan tertib.

"Saya kira beberapa hari ini kita sudah mengalami itu. Eskalasi cukup besar, tapi tidak ada masalah karena kesadaran pendemo tumbuh untuk menjaga keamanan," ujar Untung.

Pemerintah menyesuaikan harga BBM subsidi Pertalite menjadi Rp10 ribu per liter dari sebelumnya Rp7.650 per liter mulai Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB.

Pemerintah juga menyesuaikan harga BBM subsidi untuk solar dari Rp5.150 rupiah per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Kemudian, untuk BBM non-subsidi, pemerintah pemerintah menyesuaikan harga Pertamax dari Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter.
Baca juga: Polisi ungkap kasus penyalahgunaan BBM subsidi gunakan truk boks
Baca juga: Kapolres Jakpus sebut demo tolak harga BBM berlangsung kondusif
Baca juga: DKI bahas dampak kenaikan harga BBM untuk UMP 2023