Pangdam Jaya: Saya Orang Islam Tak Terima Ada Habib Ucapannya Kotor

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 1 menit

VIVA – Panglima Komando Daerah Militer Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman dengan tegas telah menyatakan akan menggempur siapa saja yang berani mencoba mengganggu persatuan dan kesuatan di Ibukota Jakarta.

"Negara Indonesia adalah negara hukum maka itu, saya sebagai Panglima Kodam Jaya tidak akan mentelorir bagi siapa saja yang membuat onar dan yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia terutama di wilayah Kodam Jaya akan ditindak tegas," kata Pangdam Jaya saat gelar apel pasukan di Monas, dilansir VIVA Militer dari siaran resmi Kodam Jaya, Jumat 20 November 2020.

Selain itu, perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia tersebut mengaku sangat prihatin atas apa yang terjadi di Jakarta belakangan ini, terutama dengan adanya kegaduhan yang dipicu oleh ulah tak terpuji seorang yang mengaku sebagai tokoh agama Islam. Tapi mengeluarkan perkataan kotor di acara nan suci Maulud Nabi Besar Muhammad SAW di Jakarta.

"Ya saya sebagai orang Islam itu prihatin kalau ada seorang habib di peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW, bahasa-bahasa dan ucapannya itu kotor, itu saya prihatin dan saya tidak terima sebagai orang Islam," kata penyandang dua bintang emas TNI itu.

Menurut Mayjen TNI Dudung, Islam itu penuh kelembutan dan kasih sayang. Nabi Muhammad SAW juga tak pernah mengajarkan perkataan kotor kepada umatnya. Apalagi ucapan kotor itu sampai merusak kedamaian masyarakat.

"Saya ini orang Islam, seorang muslim mengajarkan selalu Islam itu agama yang rahmatan lil alamin agama yang mengajarkan tentang kasih sayang tentang kasih sayangnya untuk seluruh alam semesta bukan hanya untuk manusia saja untuk seluruh alam semesta dan kemudian jangan asal bicara sembarangan jaga dari siksa api neraka Allah berfirman ya ayyuhalladzina ku anfusikum wa ahlikum naro orang-orang yang beriman jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Jadi ucapan dan tindakan itu harus baik," kata lulusan Akademi Militer 1988 itu.

Baca: Rusak NKRI, Hidup Gembong Khilafah Ini Berakhir Tragis di Tangan TNI