Pangdam Mau Bubarkan FPI, Habib Rizieq: Saya Enggak Pusing

Siti Ruqoyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Video ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali viral. Kali ini menanggapi jika organisasi yang dibangunnya dibubarkan. Belum diketahui kapan video itu direkam, namun nampaknya sudah lama.

Dalam video Habib Rizieq yang diunggah kembali oleh Youtube Aswaja TV, Habib Rizieq mengomentari terkait ancaman dibubarkan FPI. Dia menjawab santai.

“FPI mau dibubarkan, saya enggak pusing. Malam ini Front pembela Islam dibubarkan ya enggak apa-apa, besok pagi saya bentuk lagi front persatuan Islam singkatannya sama FPI. Dibubarin lagi, saya bikin Front Persaudaraan Islam singkatan FPI yang pimpin dia-dia juga. Dibubarin lagi ya enggak apa-apa, saya bikin Front Penjaga Islam, singkatan sama, yang pimpin sama, kerjaan sama,” ucap Habib Rizieq seperti dikutip VIVA.

Habib Rizieq kembali menegaskan jika hal tersebut tidak membuat dia pusing. Sebab FPI, menurutnya, organisasi alat juang bukan tujuan. “Tujuan kita adalah ridho Alloh SWT,” kata dia.

Sementara itu, lanjut Habib Rizieq ada atau tidak adanya FPI, seharusnya umat Islam harus memperjuangkan amar makruf nahi mungkar. Dia juga mengajak umat untuk tidak melangkahi pemerintah. Bahkan dalam video tersebut. habib Rizieq melarang anggotanya berbuat anarki.

“Saya tidak pernah mengatakan anggota FPI itu suci. Saudara mereka yang di daerah, ada yang berpendidikan ada yang tidak. Yang berpendidikan mudah diaturnya. Yang tidak berpendidikan sulit dibina. Saya sudah sampaikan kepada Bapak Kapolri, anggota FPI mana saja kalau mereka melakukan pelanggaran terhadap hukum, proses secara hukum yang berlaku. Kita tidak akan membela dan melindunginya, tidak boleh dibela kalau yang salah,” ujar HRS.

Seperti diketahui, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman mengatakan setiap orang yang tinggal dan hidup di negara Republik Indonesia harus mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang ada. Termasuk kelompok ormas islam sekali pun, lanjutnya, harus tetap mematuhi ketentuan hukum yang berlaku di republik ini.

"Siapa pun di republik ini, ini negara hukum, maka semua harus taat kepada hukum. Pasang baliho ada aturannya ada bayar pajaknya. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan paling benar, tidak ada itu. Jangan coba-coba. Kalau perlu FPI Bubarkan saja,” kata Pangdam akhir pekan lalu. (ren)