Pangeran Charles Mendoakan Jokowi Sukses Pimpin Presidensi G20 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Roma - Pangeran Charles secara tiba-tiba mendoakan agar Presiden Indonesia Joko Widodo selalu sukses dalam menjalankan segala tugasnya sebagai kepala negara.

Hal tersebut disampaikan oleh Pangeran Charles dalam KTT G20 dengan tema The Future of Humanity is at Stake di Roma, Italia pada Minggu 31 Oktober.

"Saya merasa terhormat karena bisa diminta untuk menyampaikan pidato di pertemuan yang sangat penting ini."

"Saya merasa bersyukur para pemimpin dunia juga diberi kursi untuk duduk bersama. Sehingga masalah perubahan iklim ini dapat diatasi dengan kerja sama," kata Charles kepada PM Italia Mario Draghi.

"Itu sebabnya saya juga berharap Presiden Widodo di setiap saat selalu sukses dalam meneruskan perjuangan (presidensi G20 selanjutnya) dalam waktu satu bulan ke depan," tambah Pangeran Charles.

Dalam pidatonya, Pangeran Charles juga mengatakan pentingnya upaya untuk menjaga Bumi. Ia menyatakan perubahan iklim adalah isu yang sangat penting.

"Saya tahu bahwa ada banyak isu penting hari ini. Tetapi tidak ada, yang lebih mendesak daripada kesehatan masa depan planet kita dan orang-orang yang menghuninya. Kesehatan planet hari ini akan menentukan kebahagiaan kesehatan dan kemakmuran ekonomi generasi yang akan datang karenanya tanggung jawab besar kita kepada generasi yang belum lahir."

"Juga tidak mungkin bagi kita untuk tidak mendengar suara-suara putus asa dari kaum muda. Mereka melihat Anda tuan dan nyonya sebagai pelayan planet ini yang memegang kelangsungan masa depan mereka," kata Pangeran Charles.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

KTT G20 di Indonesia

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi KTT G20 yang membahas soal ekonomi dan kesehatan global di La Nuvola, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021). (Foto: Sekretariat Negara)
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada sesi KTT G20 yang membahas soal ekonomi dan kesehatan global di La Nuvola, Roma, Italia, Sabtu (30/10/2021). (Foto: Sekretariat Negara)

Presiden Joko Widodo menerima penyerahkan simbolis untuk meneruskan estafet keketuaan atau presidensi G20 dari Italia. Ini artinya untuk pertama kalinya Indonesia memegang presidensi G20 yang akan digelar pada 2022 di Bali.

Prosesi penyerahan presidensi tersebut dilakukan pada sesi penutupan KTT G20 Roma yang berlangsung di La Nuvola, Roma Italia, Minggu, 31 Oktober 2021. Perdana Menteri Italia Mario Draghi secara simbolis menyerahkan palu kepada Presiden Jokowi yang kemudian mengetukkan palu tersebut.

Dalam intervensinya, Jokowi mengapresiasi Italia yang telah berhasil memegang presidensi G20 tahun 2021. Dia menyampaikan bahwa Indonesia sangat terhormat terpilih menjadi presidensi G20 2022.

"Saya sampaikan selamat kepada Italia yang telah sukses menjalankan presidensi G20 di tahun 2021. Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan presidensi G20 di tahun 2022," kata Jokowi, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Senin (1/11/2021).

Dia menjelaskan bahwa presidensi G20 Indonesia akan mendorong upaya bersama untuk pemulihan ekonomi dunia dengan tema besar 'Recover Together, Recover Stronger'. Pertumbuhan yang inklusif, people-centered serta ramah lingkungan dan berkelanjutan, menjadi komitmen utama kepemimpinan Indonesia di G20.

"Upaya tersebut harus dilakukan dengan cara luar biasa, terutama melalui kolaborasi dunia yang lebih kokoh, dan inovasi yang tiada henti. G20 harus menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi dan inovasi ini. Hal ini yang harus terus kita perdalam pada pertemuan-pertemuan kita ke depan," kata Jokowi.

Infografis Sorotan 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

Infografis Sorotan 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Sorotan 2 Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel