Pangeran Charles tidak 'memuji Presiden Jokowi atas kinerja lingkungan hidup' dalam pidato G20

·Bacaan 3 menit

Sebuah video telah disaksikan lebih dari 1,7 juta kali dalam berbagai postingan media sosial yang mengklaim bahwa klip tersebut memperlihatkan Pangeran Charles memuji Presiden Joko Widodo atas "kerja keras Presiden Jokowi memulihkan alam" pada KTT G20 di Roma pada bulan Oktober 2021. Klaim tersebut menyesatkan. Dalam pidatonya, Pangeran Charles berterima kasih kepada Perdana Menteri Italia Mario Draghi atas kinerjanya dalam soal perubahan iklim saat memimpin G20 dalam setahun terakhir. Putra mahkota Inggris itu hanya mendoakan Jokowi "sukses" dalam mengambil alih kepemimpinan G20 dari Italia.

Video sepanjang satu menit dan sembilan detik dibagikan di postingan TikTok ini pada tanggal 31 Oktober 2021. Klip tersebut telah disaksikan lebih dari 669.700 kali.

Subtitle pada video tersebut bertuliskan: "PRINCE CHARLES putra mahkota kerajaan inggris Memuji JOKO WIDODO didepan seluruh pemimpin dunia 31/10/2021.

"'Inilah kenapa saya juga berharap pada semua keberhasilan Presiden Widodo.'

"Pemimpin Dunia Melihat Kerja Keras Presiden Jokowi memulihkan alam melalui Green Industri & Reboisasi juga Moratorium Hutan."

Tangkapan layar unggahan menyesatkan, diambil pada tanggal 9 November 2021

Subtitle tersebut dilanjutkan: "Pangeran Charles Putra Mahkota Kerajaan Inggris melihat Upaya penyelamatan Planet dari Bencana Perubahan Iklim butuh Biaya Besar.

"Indonesia sangat Vital Bagi Pemulihan iklim Dunia Sebab memiliki Hutan Mangrove terbesar & Hutan Tropis yg Luar biasa besarnya.

"Menurut Pangeran Charles tak ada satupun Pemerintahan yang Mampu melakukan Penyelamatan Planet dgn Sendiri2."

Jokowi menghadiri KTT G20 di Roma pada tanggal 30-31 Oktober 2021.

Video tersebut telah disaksikan lebih dari 1,1 juta kali setelah dibagikan dengan klaim serupa di TikTok di sini; di Twitter di sini, di sini, di sini dan di sini; di YouTube di sini dan di sini; dan di Facebook di sini.

Akan tetapi, klaim tersebut menyesatkan.

Pencarian menggunakan kata kunci Google menemukan video asli yang diunggah pada tanggal 31 Oktober 2021 di sini pada The Royal Family Channel, milik keluarga kerajaan Inggris, di YouTube.

Postingan tersebut berjudul "Pidato Pangeran Charles di KTT G20: 'Masa Depan Kemanusiaan Dipertaruhkan'."

Sebagian keterangan video tersebut bertuliskan: "Charles menerima undangan langka untuk bergabung dengan 20 pemimpin paling berpengaruh di dunia, sebagai juru kampanye untuk masalah lingkungan hidup."

Klip yang berdurasi enam menit dan 55 detik tersebut memperlihatkan Pangeran Charles berbicara pada KTT G20 di Roma, ibu kota Italia.

Bagian yang diperlihatkan dalam video menyesatkan tersebut persis dengan durasi 3:10-3:33 dari klip asli.

Dalam pidatonya, Pangeran Charles menyebut Perdana Menteri Italia Mario Draghi sebagai tuan rumah KTT G20.

"Itu sebabnya, Perdana Menteri, saya teramat bersyukur kepada Anda yang telah mengakui kebenaran hakiki dan mengundang mereka, memberi mereka tempat di pertemuan yang sangat penting ini supaya perubahan iklim dapat diatasi dalam sebuah kemitraan," ucap Pangeran Charles.

"Karena itu saya juga mendoakan Presiden Widodo sukses saat Anda menyerahkan tongkat kepadanya dalam kurun waktu satu bulan," tambahnya.

Setelah itu, Pangeran Charles tidak menyebut Jokowi lagi hingga akhir pidatonya.

Indonesia mengambil alih kepemimpinan G20 dari Italia dan akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada tahun 2022 di Bali.

Berikut merupakan perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli dari The Royal Family Channel (kanan):

Perbandingan tangkapan layar video di unggahan menyesatkan (kiri) dan video asli dari The Royal Family Channel (kanan)

Transkrip lengkap pidato Pangeran Charles diunggah di sini di situs Prince of Wales dan Duchess of Cornwall, dan juga sesuai dengan kata-kata yang ia sampaikan dalam video.

AFP sebelumnya membongkar klaim salah lainnya terkait kehadiran Jokowi di KTT G20 di Roma di sini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel