Pangeran Philip Wafat, Rakyat Inggris Diimbau Tidak Berkerumun

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Meninggalnya Pangeran Philip menjadi duka bagi rakyat Inggris. Otoritas Inggris meminta rakyatnya agar menghindari kerumunan termasuk saat meletakkan bunga di istana kerajaan.

Dikutip dari Reuters, Sabtu, 10 April 2021, imbauan itu terus disuarakan menyesuaikan pedoman jaga jarak untuk menekan angka penyebaran COVID-19. Seperti diberitakan, Philip yang merupakan suami Ratu Elizabeth II meninggal pada Jumat kemarin di Kastil Windsor, pada usia 99 tahun.

"Ini momen yang sangat menyedihkan. Kami tahu beliau sudah lama sakit. Kami benar-benar berduka," kata salah seorang penduduk London bernama Victoria Hasler.

Saat berita kematian Philip disebarluaskan ke publik, siaran radio dan televisi kompak diselingi dengan lagu kebangsaan Inggris 'God Save The Queen'. Pun, bendera Inggris dikibarkan setengah tiang di berbagai penjuru Inggris termasuk gedung pemerintahan.

Rencananya, penghormatan kepada Philip yang merupakan eks perwira Angkatan Laut itu akan ditampilkan di Piccadilly Circus.

"Dia pria yang baik dan memiliki teladan. Saya sedih dan kut berduka untuk kerajaan," ujar salah seorang warga London lainnya, Adam Carr.

Philip dianggap memiliki kecerdasan dan dedikasi yang tinggi terhadap tugas. Ia juga dikenal sebagai pria tangguh dan sabar. Namun, ada kritikan yang pernah tertuju terhadapnya karena pernah berkomentar rasis.

Hingga saat ini, masih banyak warga Inggris yang meletakkan bunga di samping bendera Inggris di luar Istana Buckingham sebagai bentuk duka cita. Aksi rakyat Inggris ini bertolak dengan imbauan pemerintah Inggris agar tak usah membawa bunga ke kediaman kerajaan.

"Dengan memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan publik, dan sesuai dengan pedoman pemerintah, anggota masyarakat diminta untuk tidak berkumpul dalam keramaian," demikian pernyataan resmi Istana Buckingham.

Rakyat diminta menghindari kerumunan jika ingin menyampaikan bela sungkawa.

"Mereka yang ingin menyampaikan belasungkawa diminta untuk melakukannya dengan cara yang seaman mungkin, dan tidak berkumpul di Royal Residences," tambah pernyataan tersebut.