Pangeran Terkaya di Saudi Dituduh Memperkosa Model (1)

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH--Kasus tudingan perkosaan kembali menampar keluarga kerajaan Arab Saudi. Pangeran Al Waleed bin Talal, pemilik Kingdom Holding Company dituduh memperkosa seorang model di atas kapal mewahnya di Pulau Ibiza, Spanyol.

Tuduhan perkosaan ini sebenarnya perkara lama. Peristiwanya sempat heboh pada Agustus 2008. Kasusnya pun masuk ke pengadilan tapi berhenti di tengah jalan. Namun baru-baru ini, hakim pengadilan Spanyol berniat membuka kembali kasus ini dan memanggil Pangeran Al Waleed  untuk bersaksi.

Terhadap tudingan itu, kubu Al Waleed langsung membantah. Juru bicara Al Waleed, Heba Fatani, mengatakan, "Tuduhan itu tak beralasan. Tidak pernah terjadi. Pangeran Al Waleed saat itu (Agustus 2008) tidak berada di Ibiza. Malahan, dia tak pernah ke Ibiza selama sepuluh tahun terakhir ini."

Ia menambahkan, keterangan pelabuhan dan data satelit kapal Al Waleed, Kingdom 5KR pun memperlihatkan posisinya tak berada di lepas pantai Spanyol maupun Ibiza. Ataupun Pangeran menyewa sebuah perahu mewah di sana.

Tudingan ini muncul kembali setelah berita New York Times yang mengatakan seorang hakim Spanyol berniat membuka kembali kasus lama tersebut. Kasusnya sudah ditutup Juli tahun lalu. Hakim di Ibiza, saat itu, mengatakan kasus dugaan perkosaan ini kurang bukti. Tapi dalam bandingnya di Pengadilan Provinsi Kepulauan Balearic, ada keputusan untuk investigasi ulang kasus ini. Termasuk mendatangkan Al Waleed ke depan meja hijau.

Siapakah Pangeran Al Waleed? Dia sosok yang terkenal di dunia bisnis. Dia juga masuk jajaran orang terkaya di Arab Saudi. Dia satu-satunya individu yang punya saham terbesar di Citigroup. Selain itu dia juga punya saham terbesar kedua di News Corp milik Rupert Murdoch. Majalah bergengsi Forbes menaksir kekayaan Al Waleed 2011 mencapai 19,4 miliar dolar AS.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.